Sinergi Pembangunan Bandar Antariksa Biak: BRIN Percepat Infrastruktur, Rusia Siap Berbagi Teknologi

3 hours ago 7

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Indonesia tengah memacu langkah besar untuk mewujudkan kemandirian akses antariksa melalui pembangunan Bandar Antariksa Nasional di Pulau Biak, Papua. Proyek strategis ini menarik perhatian internasional, salah satunya dari Rusia yang menyatakan kesiapannya untuk berpartisipasi dalam pembangunan infrastruktur tersebut.

Duta Besar Rusia untuk Indonesia, Sergei Tolchenov, mengungkapkan bahwa Rusia bersedia berbagi pengalaman dan teknologi canggih dalam implementasi proyek tersebut atas dasar saling menguntungkan.

“Jika mitra tertarik untuk memanfaatkan teknologi Rusia, kami bersedia berpartisipasi,” ujar Tolchenov kepada RIA Novosti.

Ia menegaskan bahwa kedua negara merupakan mitra lama dalam eksplorasi antariksa untuk tujuan damai, termasuk peluncuran satelit ke orbit rendah bumi (Low Earth Orbit/LEO).

Akselerasi Melalui Sinergi Lintas Sektor

Di tingkat domestik, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) terus memperkuat sinergi lintas sektor guna mempercepat realisasi bandar antariksa tersebut. Dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) di Jakarta, Jumat (19/12/2025), Kepala BRIN Arif Satria menekankan bahwa proyek ini adalah amanah strategis untuk meningkatkan daya saing Indonesia di tingkat global.

“BRIN sedang memformulasikan regulasi turunan agar setelah pengesahan Rancangan Peraturan Pemerintah (RPP), penetapan lokasi dapat segera dilakukan. Pembukaan lahan di Biak sendiri direncanakan mulai tahun 2026,” jelas Arif.

Pembangunan ini sejalan dengan visi Indonesia Emas 2045, yang mencakup pengembangan ekonomi, lingkungan, dan keamanan antariksa.

Keunggulan Geografis dan Dasar Hukum

Pulau Biak dipilih karena keunggulan geografisnya yang terletak di dekat garis khatulistiwa. Posisi ini memberikan efisiensi energi dan biaya peluncuran roket yang sangat signifikan dibandingkan lokasi lainnya. Plt. Deputi Bidang Kebijakan Pembangunan BRIN, Anugerah Widiyanto, menambahkan bahwa kajian pembangunan di Biak telah dilakukan sejak 1990 dan kini tengah dimutakhirkan sesuai perkembangan teknologi terkini.

Secara legal, proyek ini memiliki landasan kuat melalui UU Nomor 21 Tahun 2013 tentang Keantariksaan dan PP Nomor 7 Tahun 2023. “RPP tentang Penyelenggaraan Bandar Antariksa telah menyelesaikan proses harmonisasi dan siap menjadi dasar operasional pembangunan,” ungkap Anugerah.

Dampak Ekonomi Global dan Daerah

Pembangunan ini diharapkan tidak hanya memperkuat teknologi, tetapi juga memberikan dampak ekonomi yang luas (multiplier effect). Mengingat ekonomi antariksa global diperkirakan mencapai 5% dari PDB dunia, kehadiran bandar antariksa di Biak diproyeksikan mampu menciptakan lapangan kerja baru dan mendorong pemerataan pembangunan di kawasan timur Indonesia.

Dengan komitmen bersama antara pemerintah, industri, dan mitra internasional, Indonesia optimistis mampu bertransformasi menjadi pemain aktif dalam industri peluncuran dan jasa antariksa dunia.

sumber : Antara

Read Entire Article
Politics | | | |