Petugas menyiapkan hidangan Makan Bergizi Gratis (MBG) sebelum didistribusikan ke sejumlah sekolah di dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Sumedang Cimanggung Mangunarga, Sumedang, Jawa Barat, Selasa (18/11/2025).
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto menyatakan bahwa cakupan penerima manfaat Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kini telah menembus angka lebih dari 60 juta orang. Skala ini setara dengan memberi makan seluruh penduduk Afrika Selatan atau sepuluh kali lipat penduduk Singapura setiap harinya.
Pernyataan tersebut disampaikan Presiden dalam acara Peresmian dan Groundbreaking 1.179 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) serta 18 Gudang Ketahanan Pangan Polri di Palmerah, Jakarta, Jumat (13/2). Hingga saat ini, pemerintah tercatat telah berhasil membangun 23.000 unit SPPG yang tersebar di 38 provinsi di seluruh Indonesia.
"Program MBG adalah upaya konkret pemerintah untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan menjamin pemenuhan gizi masyarakat, khususnya bagi anak-anak dan kelompok rentan," tegas Presiden Prabowo.
Peran Vital Kader di Tingkat Akar Rumput
Di balik angka statistik yang besar tersebut, keberhasilan distribusi di lapangan sangat bergantung pada dedikasi para pekerja sosial. Muslika, salah seorang kader di Posyandu Balita Kemala XVI-11 Palmerah, menjadi saksi sekaligus penggerak langsung program ini. Baginya, tugas ini bukan sekadar rutinitas, melainkan wujud kepedulian sosial demi masa depan generasi bangsa.
"Kami menyalurkan makanan setiap hari untuk balita, lansia, dan ibu menyusui. Bagi kami, ini adalah amal jariyah," ujar Muslika. Ia menjelaskan bahwa distribusi dilakukan secara terstruktur dari posko tingkat RW, lalu dibagikan ke kader Dasawisma di tiap RT untuk memastikan tidak ada warga yang terlewat.
Sistem Distribusi yang Inklusif
Para kader juga menerapkan mekanisme yang fleksibel bagi orang tua yang bekerja. Pengurus menyiapkan sistem penitipan wadah agar anak-anak tetap mendapatkan asupan gizi meskipun orang tua mereka tidak berada di rumah saat jam distribusi. Data penerima yang telah tercatat rapi di setiap RT menjadi kunci agar bantuan tepat sasaran.
"Semoga program ini terus berlanjut agar generasi bangsa bisa tumbuh cerdas dan kuat. Kami bersyukur atas perhatian ini. Terima kasih, Pak Prabowo," pungkas Muslika.
Kombinasi antara infrastruktur SPPG yang masif dan militansi para kader posyandu di tingkat akar rumput diharapkan mampu mempercepat pencapaian target Indonesia Emas 2045 melalui perbaikan gizi nasional secara menyeluruh.
sumber : Antara

2 hours ago
4














































