REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Upaya memperkuat ekonomi masyarakat dan menjaga keseimbangan ekosistem terus digalakkan oleh berbagai pemerintah daerah melalui bantuan pangan, pengendalian inflasi, hingga peremajaan kawasan hijau.
Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan mengawali langkah ini dengan menyalurkan bantuan bibit pangan, alat mesin pertanian (alsintan), hingga hibah sarana keagamaan di Kabupaten Bantaeng. Bantuan diserahkan secara simbolis oleh Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman kepada Bupati Bantaeng Muh Fathul Fauzy Nurdin di Kecamatan Gantarangkeke, Jumat (13/2).
Total bantuan mencapai miliaran rupiah, mencakup sektor pertanian dan perikanan senilai Rp3,7 miliar dalam bentuk benih padi, jagung, pembangunan green house, serta apartemen ikan. Selain itu, diserahkan pula dua unit alsintan senilai Rp800 juta, kapal nelayan 5 GT senilai Rp250 juta, dan dana hibah keagamaan Rp100 juta. “Ini adalah upaya sinergitas bersama untuk mewujudkan Sulsel yang Maju dan Berkarakter,” ujar Andi Sudirman.
Pengendalian Inflasi di Kepulauan Seribu
Sementara itu, di DKI Jakarta, Suku Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP) Kepulauan Seribu membagikan ribuan bibit cabai sebagai strategi menekan inflasi daerah. Bupati Kepulauan Seribu, Muhammad Fadjar Churniawan, menjelaskan bahwa penanaman difokuskan pada fasilitas green house massal sebelum didistribusikan ke masyarakat.
Kepala Sudin KPKP, Nurliati, menargetkan penyaluran 4.800 bibit cabai secara bertahap sepanjang tahun 2026. Pada triwulan pertama, sebanyak 1.200 bibit dibagikan kepada warga di setiap kelurahan dengan kuota maksimal lima bibit per kepala keluarga. Program ini diharapkan membuat warga mampu mandiri pangan sekaligus menambah nilai ekonomi keluarga.
Rehabilitasi Hijau dan Mitigasi Bencana di Cianjur
Di Jawa Barat, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Cianjur melakukan aksi preventif dengan menanam 500 bibit pohon mahoni di sepanjang jalur utama. Langkah ini diambil sebagai bentuk peremajaan terhadap pohon-pohon yang tumbang akibat cuaca ekstrem maupun yang sudah lapuk dimakan usia.
Sekretaris DLH Cianjur, Prihadi Wahyu Santoso, menyebutkan bahwa penanaman dilakukan di jalur strategis seperti Puncak-Cianjur, Mande, dan Cikalongkulon. Selain menanam bibit baru, petugas juga rutin melakukan pemangkasan dahan yang rawan menutup landasan jalan. “Kami meminta masyarakat aktif melapor jika melihat pohon yang rawan tumbang agar dapat segera ditangani secara selektif,” pungkas Prihadi.
sumber : Antara

2 hours ago
7















































