REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Gubernur Papua Barat, Dominggus Mandacan, menekankan pentingnya integritas, disiplin, dan profesionalisme aparatur sipil negara (ASN) saat melantik 295 pejabat, terdiri dari 105 pejabat administrator dan 190 pejabat pengawas, di lingkungan Pemerintah Provinsi Papua Barat.
Dalam acara di Manokwari, Jumat, ia menegaskan bahwa jabatan bukan sekadar posisi struktural, melainkan amanah yang harus dipertanggungjawabkan secara moral dan hukum untuk menyukseskan program pembangunan.
"Jabatan adalah amanah yang diberikan dan tidak terlepas dari tantangan dan godaan. Karena itu, integritas harus menjadi fondasi utama dalam menjalankan tugas," tegas Dominggus.
Ia juga menjelaskan bahwa mekanisme promosi dan mutasi ASN tetap mengacu pada peraturan perundang‑undangan dan memerlukan persetujuan Badan Kepegawaian Nasional (BKN). Pejabat yang dilantik tidak hanya memenuhi syarat administrasi dan kompetensi, tetapi juga mampu menerjemahkan arah kebijakan dan mendukung percepatan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Papua Barat 2025–2030.
Pada kesempatan itu, Dominggus mengingatkan ASN untuk menyukseskan tiga program prioritas: Papua Barat Sehat (fokus pada kualitas layanan dan jaminan kesehatan bagi Orang Asli Papua/OAP), Papua Barat Cerdas (peningkatan kualitas pendidikan), dan Papua Barat Produktif (dorongan pertumbuhan ekonomi melalui pemberdayaan UMKM OAP dan optimalisasi potensi daerah).
Gubernur optimistis bahwa dengan komitmen dan kerja keras bersama, Pemprov Papua Barat dapat menyediakan pelayanan profesional, akuntabel, dan berkualitas sesuai ekspektasi masyarakat.
Di bidang lingkungan dan kehutanan, Kementerian Kehutanan (Kemenhut) bersama Pemerintah Provinsi Papua Tengah memperkuat fondasi penyusunan Rencana Kerja Sub Nasional (Renja Subnas) FOLU Net Sink 2030. Tujuannya: memastikan dokumen operasional tingkat provinsi tersusun realistis dan sesuai karakteristik wilayah.
Dalam workshop di Nabire, Kamis (12/2), Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Kehutanan, dan Pertanahan Provinsi Papua Tengah, Yan Richard Pugu, menyatakan bahwa acara ini menjadi ruang untuk menyamakan persepsi dan memperjelas arah kerja daerah.
"Workshop ini diharapkan dapat memberikan gambaran dan panduan secara terstruktur serta contoh peluang kegiatan yang dapat dimasukkan dalam proses penyusunan Rencana Kerja Sub Nasional Indonesia’s FOLU Net Sink 2030 Provinsi Papua Tengah," katanya.
sumber : Antara

1 hour ago
3















































