REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA - Di tengah hiruk-pikuk kehidupan kota, tradisi tetap menemukan jalannya untuk bertahan. Salah satunya melalui Festival Bandeng. Festival Bandeng Rawa Belong 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada 14–15 Februari 2026 di kawasan Jalan Sulaiman, Rawa Belong, Jakarta Barat.
Wali Kota Iin Mutmainah menegaskan bahwa Festival Bandeng Rawa Belong tidak boleh dipandang semata sebagai kegiatan seremonial atau transaksi ekonomi musiman. Menurutnya, festival tersebut merupakan bagian dari upaya menjaga kearifan lokal dan tradisi Betawi yang telah berlangsung secara turun-temurun.
“Festival Bandeng Rawa Belong bukan sekadar jual bandeng. Ini adalah tradisi dan budaya masyarakat Betawi yang harus kita jaga dan lestarikan bersama,” ujar Iin, dalam rapat koordinasi lanjutan yang dipimpin langsung Wali Kota Jakarta Barat, Iin Mutmainah, Senin (9/2/2026).
Rapat koordinasi tersebut turut dihadiri Administrasi Kesejahteraan Rakyat (Adkesra) Jakarta Barat RM Amien Haji, Kepala Suku Dinas Kebudayaan Jakarta Barat Toni Baco, serta perwakilan perangkat daerah terkait, di antaranya Camat Kebon Jeruk, Camat Palmerah, Dinas Perhubungan, dan Satpol PP. Sejumlah tokoh masyarakat Rawa Belong juga hadir dalam rapat tersebut.
Pembahasan rapat difokuskan pada aspek pengamanan, kebersihan lingkungan, rekayasa lalu lintas, penataan pedagang kaki lima (PKL), serta pelibatan UMKM dan komunitas budaya, guna memastikan pelaksanaan festival berjalan tertib, aman, dan nyaman bagi masyarakat.
Ketua Pelaksana Festival Bandeng Rawa Belong 2026, H. Naman Setiawan, yang didampingi M. Ihsan dan Syarif Hidayatullah, menyampaikan panitia saat ini masih melakukan konsolidasi dan sosialisasi kepada warga sekitar lokasi kegiatan.
“Festival Bandeng Rawa Belong sudah menjadi agenda tahunan DKI Jakarta. Tantangannya adalah bagaimana kegiatan ini tetap tertib dan memberikan manfaat nyata bagi warga,” ujar H. Naman.
Ia mengakui kawasan Jalan Sulaiman merupakan wilayah dengan aktivitas lalu lintas dan ekonomi yang padat. Oleh karena itu, koordinasi dengan aparat wilayah dinilai sangat penting, khususnya terkait rekayasa lalu lintas dan penataan PKL selama festival berlangsung.
Dukungan terhadap pelaksanaan festival juga disampaikan oleh Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Parekraf). Kepala Suku Dinas Parekraf Jakarta Barat, Sherly Yuliana, menyatakan bahwa dukungan teknis seperti MC, backdrop, photo booth, hingga gapura pintu masuk akan dikoordinasikan melalui Sudin Parekraf Jakarta Barat.
Selain itu, Parekraf juga membuka peluang kolaborasi budaya, termasuk menghadirkan atraksi barongsai menjelang perayaan Imlek dengan melibatkan komunitas Tionghoa sebagai bagian dari kekayaan budaya Jakarta.
Festival Bandeng Rawa Belong 2026 rencananya akan dihadiri Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung, serta sejumlah tokoh organisasi kemasyarakatan dan tokoh masyarakat setempat.
Bagi masyarakat Betawi, tradisi bandeng menjelang Imlek memiliki makna simbolik sebagai hantaran kepada orang tua, mertua, dan kerabat, yang mencerminkan nilai kekeluargaan dan penghormatan.
Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Barat berharap, melalui koordinasi lintas sektor yang matang, Festival Bandeng Rawa Belong 2026 dapat berlangsung lebih tertib, meriah, serta memberikan dampak ekonomi positif bagi masyarakat sekitar.
Festival Bandeng 2026 digelar atas inisiatif masyarakat Betawi melalui Majelis Kaum Betawi yang dipimpin Fauzi Bowo selaku Ketua Dewan Adat, Permata MHT di bawah kepemimpinan Marullah Matali, serta Ikatan Keluarga Besar Rawa Belong Bersatu (IKBRB) yang berada di bawah naungan Yayasan Si Pitung dan diketuai H. Khotib, dengan dukungan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta serta Pemerintah Kota Jakarta Barat.

2 hours ago
3















































