Rosan Pamer Pertumbuhan Realisasi Hilirisasi saat Rapat Kerja dengan DPR

18 hours ago 5

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Rosan Roeslani menyampaikan realisasi investasi sektor hilirisasi pada 2025 mencapai Rp 584,13 triliun atau berkontribusi 30,2 persen dari total realisasi investasi nasional sebesar Rp 1.931,2 triliun.

“Kontribusi realisasi investasi 2025 yang berasal dari hilirisasi meningkat cukup signifikan, yakni 43,3 persen dibandingkan tahun sebelumnya,” ujar Rosan saat rapat kerja dengan Komisi XII DPR di Gedung DPR, Jakarta, Selasa (3/2/2026).

Rosan menjelaskan realisasi investasi hilirisasi hingga kini masih terkonsentrasi di sektor mineral. Namun demikian, ia menegaskan investasi hilirisasi nonmineral mulai menunjukkan perkembangan yang positif.

Ia merinci realisasi investasi hilirisasi di sektor perkebunan dan kehutanan mencapai Rp 144,5 triliun, minyak dan gas bumi sebesar Rp 60 triliun, serta sektor perikanan dan kelautan sebesar Rp 6,4 triliun. Rosan optimistis investasi hilirisasi nonmineral akan terus meningkat dan memberikan dampak signifikan terhadap penciptaan lapangan kerja.

“Contohnya, kami baru merealisasikan investasi hilirisasi di bidang kelapa. Nilai investasinya memang jauh lebih kecil dibandingkan mineral, sekitar 100 juta dolar AS, tetapi mampu menyerap tenaga kerja hingga 10 ribu orang,” kata Rosan.

Ia menargetkan proyek hilirisasi kelapa mulai berjalan pada tahun ini. Selain itu, pemerintah juga berencana meningkatkan investasi hilirisasi di sektor perikanan dan kelautan, terutama pada komoditas ikan, garam, dan rumput laut.

Rosan menyebut investasi hilirisasi saat ini masih terpusat di luar Pulau Jawa karena dominasi sektor mineral. Investasi hilirisasi di Sulawesi Tengah dan Maluku Utara tercatat mencapai 71,1 persen atau sekitar Rp 415,4 triliun, sedangkan kontribusi Pulau Jawa sebesar 28,9 persen.

“Investasi hilirisasi juga masih didominasi penanaman modal asing (PMA), yakni 73,5 persen atau sekitar Rp 429 triliun, sementara penanaman modal dalam negeri sebesar Rp 154,5 triliun atau 26,5 persen,” ujar Rosan.

Read Entire Article
Politics | | | |