CFX Turunkan Biaya Transaksi, COIN Bidik Kenaikan Volume dan Likuiditas

3 hours ago 4

Aset kripto (ilustrasi).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Bursa kripto PT Central Finansial X (CFX) akan menurunkan biaya transaksi secara bertahap menjadi 0,01 persen hingga 1 Oktober 2026 dari saat ini 0,04 persen. Pemangkasan biaya transaksi ini dilakukan untuk meningkatkan daya saing bursa domestik sekaligus mendorong kenaikan volume transaksi dan pendalaman likuiditas pasar.

Induk usaha CFX, PT Indokripto Koin Semesta Tbk (COIN), menyatakan dukungan terhadap langkah tersebut sebagai strategi memperbesar pangsa pasar melalui economies of scale. Direktur Utama PT Indokripto Koin Semesta Tbk (COIN) Ade Wahyu mengatakan, penyesuaian struktur biaya dilakukan secara terukur untuk menjaga keberlanjutan industri aset kripto.

“Bursa Kripto CFX selaku perusahaan anak dari COIN mengikuti dinamika pasar dan melihat saat ini adalah momentum yang tepat untuk mengeksekusi rencana tersebut guna meningkatkan daya saing industri aset kripto nasional di kancah global. Biaya yang lebih kompetitif akan menarik kembali konsumen lokal untuk bertransaksi di dalam negeri dan pada akhirnya dapat memperbesar pangsa pasar,” jelas Ade dalam siaran pers, Rabu (4/2/2026).

Kebijakan penurunan biaya ini diumumkan Direktur Utama Bursa Kripto CFX dalam acara CFX Cryptalk bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Asosiasi Blockchain Indonesia (ABI) di CFX Tower, Senin (2/2/2026).

Riset Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (LPEM FEB UI) menunjukkan tantangan utama industri kripto domestik masih berada pada kedalaman likuiditas dan struktur biaya transaksi. Sekitar 54,5 persen pengguna platform menyatakan berpotensi berpindah jika biaya dinilai terlalu tinggi, yang mencerminkan risiko capital outflow sekaligus peluang untuk memperkuat daya saing pasar dalam negeri.

Ade menilai, penurunan biaya transaksi berpotensi menciptakan efek pengganda terhadap aktivitas perdagangan. Kenaikan frekuensi dan volume transaksi diharapkan dapat mengompensasi penyesuaian tarif, sekaligus membuka ruang bagi COIN untuk mengembangkan sumber pendapatan baru.

Sejalan dengan itu, CFX juga menyiapkan pengembangan produk derivatif kripto untuk memperbesar volume transaksi dan memperdalam likuiditas. Di luar itu, perseroan melihat peluang pada pengembangan aset kripto baru sebagai sumber pertumbuhan berikutnya di industri.

Ade mengatakan, inovasi produk menjadi faktor penting untuk menjaga daya saing pasar domestik serta menarik partisipasi investor ritel maupun institusi. COIN menargetkan penguatan ekosistem ini dapat menopang kinerja perusahaan sekaligus memperkuat posisi Indonesia dalam perdagangan aset kripto kawasan.

Read Entire Article
Politics | | | |