Petugas menunjukkan sampel makanan yang ditarik dari sekolah penerima manfaat pascainsiden keracunan masal di Satuan Peleyanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Desa Moyoketen, Tulungagung, Jawa Timur, Selasa (20/1/2026). Pemeriksaan dilakukan menyusul dugaan keracunan makanan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menyebabkan ratusan pelajar SMK Negeri 3 Boyolangu mengalami diare.
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto melaporkan realisasi anggaran program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada kuartal pertama 2026 diperkirakan mencapai Rp60 triliun. Laporan tersebut disampaikan oleh Airlangga dalam rapat terbatas bersama Presiden Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (11/2/2026).
Menurutnya, realisasi tersebut menjadi salah satu pendorong utama perputaran ekonomi nasional, khususnya dalam memperkuat daya beli masyarakat dan mendukung sektor pangan.
"MBG sampai dengan kuartal pertama diperkirakan akan ada realisasi anggaran sebanyak Rp60 triliun. Hal ini tentu akan mendorong stimulasi perekonomian," ujar Airlangga.
Selain itu, Airlangga juga melaporkan peluncuran berbagai program stimulus pendukung, termasuk insentif transportasi yang telah diumumkan sebelumnya.
Paket insentif tersebut mencakup diskon tarif kereta api sebesar 30 persen, angkutan laut 30 persen, jasa penyeberangan 100 persen, serta potongan harga tiket pesawat sebesar 17-18 persen.
Menurut Airlangga, keseluruhan anggaran insentif transportasi tersebut diperkirakan mencapai Rp911,16 miliar, yang terdiri dari Rp639,86 miliar bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dan Rp271,5 miliar dari non-APBN.
Di bidang perlindungan sosial, pemerintah akan menyalurkan bantuan pangan kepada 35,04 keluarga penerima manfaat yang masuk dalam desil 1-4 dengan total anggaran Rp11,92 triliun. Bantuan tersebut berupa 10 kilogram beras dan 2 liter minyak.
"Pemerintah daerah dan instansi terkait diharapkan untuk menjaga kelancaran logistik," kata Airlangga.
Selain itu, pemerintah juga menerapkan kebijakan kerja fleksibel atau work from anywhere (WFA) pada 16,17, 25, 26, dan 27 Maret untuk mendukung kelancaran mobilitas masyarakat menjelang periode hari besar.
sumber : ANTARA

2 hours ago
3













































