REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Di bulan Ramadhan, ketika hati-hati terpanggil untuk lebih banyak berbagi dan bersyukur, Indonesia kembali menunjukkan kekuatan sejatinya: semangat berbagi yang tak hanya menyentuh jiwa, tetapi juga menghidupkan ekonomi dari tingkat paling akar.
Ramadhan bukan sekadar waktu menahan lapar dan haus; ia adalah momentum berkah yang menyuburkan usaha kecil, memperkuat kebersamaan masyarakat, dan mengalirkan rezeki secara luas.
Di Tulungagung, Jawa Timur, Pasar Takjil Sentra Aneka Variasi Takjil Nusantara (Savana) jilid kedua menjadi saksi nyata. Sebanyak 350 pelaku UMKM meramaikan GOR Lembu Peteng dari 20 Februari hingga 18 Maret 2026, beroperasi setiap sore hingga malam.
Target perputaran ekonomi kali ini melambung di atas Rp2 miliar, hampir dua kali lipat dari Rp1,1 miliar tahun lalu yang hanya diikuti 100 pedagang. Lokasi dipindah ke GOR untuk menghindari kemacetan dan masalah parkir, dan hasilnya justru luar biasa: hari pertama langsung dipadati pemburu takjil.
Tak hanya kuliner, acara ini juga menghadirkan wahana permainan rakyat dan UMKM nonkuliner, menciptakan ekosistem ekonomi yang lebih kaya dan inklusif. Para pedagang secara kolektif menyewa venue senilai Rp21 juta, dengan iuran individu Rp200–300 ribu, bukti gotong royong yang menghasilkan manfaat bersama.
Jauh di Bengkulu, Polres Mukomuko bersama Bhayangkari menjalankan program pembagian takjil gratis setiap hari sepanjang Ramadhan 1447 H. Kapolres AKBP Riky Crima Wardana menegaskan, kegiatan ini bukan sekadar bantuan menjelang berbuka, melainkan wujud kepedulian Polri yang humanis. Takjil dibagikan kepada pengguna jalan, kaum dhuafa, dan warga sekitar, terutama di titik mobilitas tinggi seperti Pos Lantas Simpang SPBU Bandar Ratu.
Bhayangkari turut terlibat, memperkuat sinergi dan nilai sosial. Di sela pembagian, petugas juga menyampaikan pesan kamtibmas secara persuasif, mengajak masyarakat menjaga ketertiban dan kekhusyukan ibadah. Kehadiran Polri di sini bukan hanya pengamanan, melainkan kebersamaan yang mempererat ikatan emosional dengan warga.
Sementara di Palu, Sulawesi Tengah, Masjid Raya Baitul Khairaat menyiapkan 1.000 paket takjil setiap hari untuk jamaah. Kepala Biro Kesra Setda Sulteng Rustam Arifuddin menjelaskan, distribusi dilakukan secara tertib di area utara masjid dengan pemisahan jalur laki-laki dan perempuan.
Petugas masjid, takmir, relawan, hingga petugas kebersihan dan keamanan telah ditugaskan rapi, termasuk pengelolaan kotak amal. Pada 10 hari pertama Ramadhan, jamaah diperkirakan mencapai 10 ribu orang, memenuhi hampir seluruh area masjid. Persiapan shalat Idul Fitri pun dimatangkan jauh-jauh hari, dengan rapat koordinasi untuk imam, bilal, pengaturan saf, hingga pelayanan tamu, semua demi kenyamanan dan kekhusyukan jamaah.
sumber : Antara

2 hours ago
3















































