REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA - Di era digital yang serba cepat ini, generasi muda sering kali dibombardir dengan tuntutan akademik yang tiada henti. Mulai dari tugas kuliah yang menumpuk, notifikasi media sosial yang tak kunjung reda, hingga ekspektasi sosial yang semakin tinggi, semuanya bisa membuat pikiran terasa sesak. Tak heran jika kelelahan mental (mental fatigue) menjadi momok yang umum dihadapi oleh para mahasiswa saat ini.
Namun, tahukah kamu bahwa ada satu tempat yang bisa menjadi “oase” di tengah badai akademik tersebut? Ya, perpustakaan. Lebih dari sekadar gudang buku, perpustakaan kini bertransformasi menjadi ruang kesehatan mental akademik yang krusial bagi perkembangan generasi muda.
Perpustakaan hadir menjawab kebutuhan itu. Suasana yang hening, pencahayaan yang nyaman, dan tata ruang yang rapi secara tidak langsung membantu pikiran jadi lebih rileks.
Duduk sebentar, membuka buku, atau sekadar menarik napas di ruang yang tenang sering kali sudah cukup untuk mengembalikan fokus. Di sinilah perpustakaan berfungsi sebagai ruang jeda dari hiruk-pikuk dunia akademik.
Konsep ruang aman di perpustakaan bukan berarti bebas dari belajar, tapi bebas dari tekanan yang tidak perlu. Tidak ada tuntutan untuk selalu terlihat sibuk atau harus cepat selesai. Mahasiswa bisa belajar sesuai ritmenya sendiri, berhenti sejenak kalau lelah, lalu lanjut lagi tanpa rasa bersalah.
Peran pustakawan juga penting. Sikap ramah, pelayanan yang membantu, dan suasana yang hangat membuat mahasiswa merasa diterima. Hal-hal kecil seperti senyum atau bantuan mencari referensi bisa berdampak besar bagi mereka yang sedang kelelahan mental.
Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) sebagai Kampus Digital Kreatif memahami pentingnya ruang pendukung seperti ini. Salah satunya melalui Perpustakaan UBSI kampus Yogyakarta yang dirancang sebagai tempat belajar yang nyaman dan menenangkan.
Dengan ruang yang luas, suasana kondusif, student corner yang estetik, serta koleksi buku dan referensi digital yang lengkap, perpustakaan ini menjadi tempat ideal untuk belajar tanpa tekanan.
Salah satu contoh nyata transformasi perpustakaan adalah Perpustakaan UBSI kampus Yogyakarta. Perpustakaan ini hadir dengan kesadaran bahwa proses belajar tidak dapat dipisahkan dari kondisi mental mahasiswa.
Dengan ruang yang luas, suasana tenang dan kondusif, student corner yang nyaman dan estetik, serta layanan yang terbuka dan ramah, perpustakaan ini dirancang untuk mendukung proses belajar yang sehat, nyaman, dan berkelanjutan.
Jadi, kalau kamu lagi butuh tempat belajar yang tenang, nyaman, dan bikin pikiran lebih lega, yuk sempatkan waktu untuk berkunjung ke Perpustakaan UBSI kampus Yogyakarta dan rasakan sendiri suasana belajarnya.

2 hours ago
4















































