REPUBLIKA.CO.ID, LONDON — Andrew Mountbatten-Windsor, mantan anggota keluarga kerajaan Inggris yang sebelumnya dikenal sebagai Pangeran Andrew, ditangkap atas dugaan pelanggaran jabatan publik (misconduct in public office). Dalam pernyataan yang dirilis Kamis (19/2/2026), Kepolisian Thames Valley menyebut telah menangkap seorang pria berusia enam puluhan dari Norfolk sebagai bagian dari penyelidikan. Polisi juga melakukan penggeledahan di sejumlah alamat di Berkshire dan Norfolk.
“Pria tersebut saat ini masih berada dalam tahanan polisi,” demikian bunyi pernyataan itu, dikutip dari Al Jazeera.
Mountbatten-Windsor dicabut gelar kebangsawanannya tahun lalu menyusul kontroversi atas hubungannya dengan mendiang terpidana pelaku kejahatan seksual, Jeffrey Epstein. Ia juga menghadapi tuduhan penyerangan seksual yang terus dibantahnya.
Penyelidikan ini berkaitan dengan sejumlah dugaan yang mencuat setelah otoritas Amerika Serikat merilis lebih dari tiga juta halaman dokumen terkait Epstein. Beberapa dokumen tersebut menyebut Mountbatten-Windsor pada 2010 diduga meneruskan laporan mengenai Vietnam, Singapura, dan sejumlah negara lain yang ia kunjungi dalam kapasitasnya sebagai utusan perdagangan Inggris kepada Epstein. Dalam sebuah memo rahasia, ia juga disebut meminta pandangan Epstein terkait peluang investasi di Provinsi Helmand, Afghanistan.
Polisi menyatakan tidak akan menyebutkan nama pria yang ditangkap sesuai pedoman nasional, serta mengingatkan bahwa perkara ini kini aktif sehingga publikasi harus berhati-hati agar tidak melanggar aturan contempt of court.
Asisten Kepala Kepolisian Oliver Wright mengatakan pihaknya telah membuka penyelidikan resmi setelah melakukan penilaian menyeluruh atas dugaan pelanggaran jabatan tersebut. “Kami memahami besarnya perhatian publik terhadap kasus ini dan akan memberikan pembaruan pada waktu yang tepat,” ujarnya.
Perdana Menteri Inggris, Keir Starmer, menyatakan bahwa Mountbatten-Windsor seharusnya bekerja sama dengan otoritas Amerika Serikat dalam penyelidikan yang berlangsung. “Tidak ada seorang pun yang kebal hukum,” katanya.
Mountbatten-Windsor secara konsisten membantah melakukan kesalahan.
Penangkapan ini terjadi sepekan setelah keluarga kerajaan menyatakan komitmen untuk bekerja sama dengan kepolisian terkait penyelidikan atas Mountbatten-Windsor. Perkembangan terbaru ini kembali menjadi sorotan tajam terhadap citra monarki Inggris di tengah perhatian publik yang luas.

2 hours ago
3















































