Freeport Tambah Porsi Saham untuk Indonesia, Proyeknya Dongkrak Penerimaan Negara

2 hours ago 4

Pekerja melintas berlatarbelakang pegunungan Jayawijaya di kawasan Grasberg Mine milik PT. Freeport Indonesia (PTFI ) di Tembagapura, Mimika, Timika, Papua, Minggu (15/2).

REPUBLIKA.CO.ID, PHOENIX -- Freeport-McMoRan Inc menyepakati pengalihan tambahan 12 persen saham PT Freeport Indonesia (PTFI) kepada pemerintah Indonesia setelah 2041. Kesepakatan ini menjadi bagian dari Nota Kesepahaman (MoU) perpanjangan operasi Freeport di distrik mineral Grasberg.

Dalam ketentuan tersebut, pengalihan saham dilakukan tanpa pembayaran langsung. Pihak penerima akan mengganti biaya investasi secara pro-rata berdasarkan nilai buku atas pengeluaran yang masih memberikan manfaat setelah 2041. Freeport-McMoRan akan mempertahankan kepemilikan sebesar 48,76 persen hingga 2041 dan menjadi sekitar 37 persen mulai 2042.

Chairman of the Board Freeport-McMoRan Richard C Adkerson dan President sekaligus Chief Executive Officer Kathleen Quirk menyampaikan apresiasi atas kemitraan jangka panjang dengan Indonesia. “Kami sangat menghargai kemitraan jangka panjang dengan pemerintah Indonesia, masyarakat Indonesia, dan masyarakat Papua yang telah terbangun selama bertahun-tahun,” tulis manajemen perusahaan dalam pernyataan resmi, dikutip Kamis (19/2/2026).

Kesepakatan pengalihan saham tersebut menjadi bagian dari paket perpanjangan hak operasi life-of-resource atau hingga cadangan habis. Izin Usaha Pertambangan Khusus (IUPK) PTFI akan diamendemen agar operasi dapat berlangsung sepanjang usia sumber daya.

Dalam MoU yang sama, perusahaan juga berkomitmen meningkatkan kontribusi sosial di Papua. Program yang disiapkan mencakup dukungan pendanaan pembangunan satu rumah sakit baru serta dua fasilitas pendidikan medis untuk memperkuat layanan kesehatan dan pengembangan tenaga medis di wilayah tersebut.

Freeport menilai operasi Grasberg telah memberikan manfaat luas selama puluhan tahun. “Operasi Grasberg telah memberikan manfaat substansial bagi semua pihak selama lebih dari enam dekade dan perpanjangan ini membuka peluang untuk terus menciptakan nilai signifikan bagi seluruh pemangku kepentingan,” demikian pernyataan perusahaan.

Perusahaan juga meningkatkan belanja eksplorasi serta mempercepat studi teknis guna menemukan sumber daya baru dan peluang pengembangan jangka panjang. Langkah ini diarahkan untuk menjaga keberlanjutan produksi sekaligus mendukung kepastian operasi pada masa mendatang.

PTFI tetap memprioritaskan hilirisasi melalui penjualan produk olahan di dalam negeri, termasuk tembaga katoda, logam mulia, dan asam sulfat. Perusahaan juga membuka peluang memperluas pemasaran tembaga ke pasar Amerika Serikat sesuai kebutuhan dan mekanisme pasar.

Perpanjangan hak operasi dan pengalihan saham tersebut masih bergantung pada penerbitan IUPK yang telah diamendemen oleh pemerintah Indonesia. PTFI menargetkan proses pengajuan dapat diselesaikan secepatnya sesuai ketentuan dalam MoU yang telah disepakati.

Read Entire Article
Politics | | | |