REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo menyampaikan Bank Sentral memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal I 2026 akan tinggi. Hal itu di antaranya karena sepanjang kuartal I 2026 terdapat momen Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) yang diprediksi meningkatkan konsumsi masyarakat.
“Kami melihat pertumbuhan ekonomi Indonesia di kuartal I masih akan tetap tinggi. Tentu saja dengan faktor-faktor, pertama, di kuartal I ini mobilitas populasi Indonesia sangat tinggi karena HBKN, ada Tahun Baru Imlek dan Idulfitri,” ujar Perry dalam konferensi pers Rapat Dewan Gubernur (RDG) Februari 2026 yang digelar secara virtual, Kamis (19/2/2026).
Momen HBKN tersebut diyakini membuat masyarakat melakukan mobilitas yang tinggi. Otomatis, kondisi tersebut akan mendorong konsumsi masyarakat. Diketahui konsumsi masyarakat merupakan penopang pertumbuhan ekonomi. “Ini akan mendorong peningkatan konsumsi,” tegas Perry.
Perry melanjutkan faktor kedua, yakni adanya stimulus moneter yang terus dilakukan BI, baik berupa kebijakan suku bunga maupun kebijakan ekspansi likuiditas.
Adapun faktor ketiga adalah stimulus fiskal. Pemerintah diketahui menggelontorkan berbagai stimulus pada kuartal I 2026, di antaranya diskon tiket transportasi darat, laut, dan udara, bantuan pangan 10 kilogram beras dan 2 liter minyak goreng, serta kebijakan work from anywhere (WFA).
Stimulus yang diberikan, baik moneter maupun fiskal, diyakini dapat menggairahkan sektor riil. Dengan begitu, pertumbuhan ekonomi pun dapat terdongkrak.
Adapun faktor keempat adalah realisasi program-program pemerintah, baik untuk kesejahteraan dan pembangunan manusia seperti MBG (Makan Bergizi Gratis), KDMP (Koperasi Desa Merah Putih), maupun program yang mendorong sektor riil dan hilirisasi dari Danantara, yang pada gilirannya akan mendorong investasi.
“Jadi dukungan pertumbuhan ekonomi akan tetap tinggi pada kuartal I ini, dan tentu saja kami perkirakan itu juga akan tetap tinggi serta mendukung peningkatan pertumbuhan ekonomi ke depan,” jelas Perry.
sumber : Antara

2 hours ago
3















































