Menkop Siapkan Kopdes Merah Putih Jadi Alternatif Kerja untuk Gen Z

2 hours ago 3

REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA – Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono menyiapkan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih sebagai alternatif tempat kerja bagi generasi Z dan milenial.

“Kami akan menjadikan koperasi ini pilihan alternatif tempat mereka bekerja, juga menjadi tempat mengembangkan produk,” ujar Ferry dalam Forum Bisnis Daerah BPD Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) di Jogja Expo Center (JEC), Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, Sabtu (7/2/2026).

Menurut Ferry, Kementerian Koperasi (Kemenkop) bakal berkolaborasi dengan Hipmi DIY untuk mengkurasi, menginkubasi, hingga membiayai produk-produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta merek lokal agar bisa dipasarkan melalui koperasi desa.

“Kami berharap koperasi ini bisa lebih keren, lebih kekinian, dan lebih nyambung dengan generasi muda,” ujar dia.

Pelaku UMKM dan pemilik merek lokal yang didorong masuk dalam ekosistem koperasi tersebut, lanjut Ferry, berasal dari kalangan generasi muda, khususnya generasi Z dan milenial.

“Kalau mereka ingin menjadi entrepreneur, produknya akan kami bantu agar bisa dijual di koperasi desa,” katanya.

Ferry menuturkan koperasi desa dan kelurahan memiliki potensi besar dalam menyerap tenaga kerja.

Dengan target pembentukan 80 ribu koperasi desa di seluruh Indonesia, setiap koperasi diproyeksikan membutuhkan pengelola dan manajer, sehingga membuka peluang kerja bagi ratusan ribu hingga jutaan orang.

“Ini artinya kita bisa membantu pemerintah untuk menciptakan lapangan pekerjaan, yang sekarang sangat dibutuhkan oleh kalangan Gen Z dan milenial,” ujarnya.

Ferry menambahkan pengembangan koperasi desa dan kelurahan ke depan akan dilakukan secara desentralisasi dengan mengeksplorasi potensi di berbagai sektor, mulai dari pertanian, perikanan, hingga perdagangan.

Produk-produk UMKM lokal, kata dia, akan dikurasi kemudian dipasarkan melalui koperasi desa dan kelurahan dengan melibatkan generasi muda.

“Kita pakai influencer-influencer lokal. Pokoknya kita pakai anak muda semua,” ucap Menkop.

sumber : Antara

Read Entire Article
Politics | | | |