REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Suara para pencari kerja memenuhi Gedung Nyi Ageng Serang, Setiabudi, Jakarta Selatan, pada gelaran Jakarta Job Fair 2026, Rabu (8/7/2026). Di antara ribuan pelamar yang berpindah dari satu stan ke stan lainnya, Abrar (35) berjalan perlahan dengan tongkat di tangannya. Keterbatasan penglihatan tak membuatnya surut. Sebagai penyandang disabilitas netra, Abrar datang dengan harapan memperoleh kesempatan untuk bekerja.
Jakarta Job Fair bukan pengalaman baru baginya. Sejak 2016, hampir setiap bursa kerja yang menyediakan kesempatan bagi penyandang disabilitas selalu ia datangi. Tahun demi tahun berlalu, tetapi semangatnya untuk mencari pekerjaan tak pernah padam.
Abrar merupakan lulusan sarjana Ilmu Komunikasi dari salah satu perguruan tinggi di Tangerang. Bekal pendidikan tersebut membuatnya yakin mampu bekerja dan bersaing secara profesional apabila diberi kesempatan yang sama. Bagi Abrar, pekerjaan bukan sekadar sumber penghasilan. Kesempatan bekerja adalah bentuk pengakuan bahwa penyandang disabilitas memiliki kemampuan, kompetensi, dan hak yang sama untuk berkontribusi di dunia kerja.
Gelaran Jakarta Job Fair tahun ini menghadirkan secercah harapan. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menyediakan 3.299 lowongan pekerjaan melalui Jakarta Selatan Career Fest and Bazaar 2026, termasuk sejumlah formasi yang terbuka bagi penyandang disabilitas.
Abrar berharap semakin banyak perusahaan, baik milik pemerintah maupun swasta, membuka rekrutmen yang inklusif sehingga penyandang disabilitas tidak lagi kesulitan memperoleh pekerjaan.
Harapan Abrar sejalan dengan tantangan yang masih dihadapi penyandang disabilitas di Indonesia. Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan bahwa pada 2024 jumlah pekerja penyandang disabilitas sekitar 932.435 orang, atau hanya 0,64 persen dari total tenaga kerja nasional yang mencapai lebih dari 140 juta orang. Angka tersebut menunjukkan bahwa akses penyandang disabilitas terhadap dunia kerja masih sangat terbatas.
Di tengah persaingan yang ketat, Abrar memilih untuk terus mencoba. Ia berpindah dari satu stan ke stan lain, berdialog dengan petugas perusahaan, mencari informasi mengenai posisi yang sesuai dengan kemampuan dan latar belakang pendidikannya. Baginya, setiap bursa kerja selalu membawa harapan baru.
Abrar berharap semakin banyak perusahaan menyadari bahwa kesempatan kerja yang setara bukan sekadar memenuhi kewajiban, tetapi juga memberi ruang bagi setiap orang untuk menunjukkan kemampuan terbaiknya. Selama kesempatan itu masih ada, ia mengaku akan terus datang, terus melamar, dan terus percaya bahwa suatu hari perjuangannya akan menemukan hasil.
sumber : Republika

5 hours ago
7














































