REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Pesatnya perkembangan teknologi mengharuskan semua pihak menyesuaikan peranannya dalam kehidupan yang serba digital. Institut STIAMI menyelenggarakan kegiatan ilmiah internasional sekaligus menjadi forum strategis mempertemukan akademisi, peneliti, profesional, serta pemangku kebijakan dari berbagai negara untuk mendiskusikan agenda transformasi pelayanan publik di era digital.
The 6th International Conference bertajuk 'Advancing Digital Governance, Smart Logistics, and Strategic Communication for Future Hospitality and Public Service Systems' yang digelar pada Sabtu (14/2/2026) ini merefleksikan urgensi penguatan tata kelola berbasis teknologi, integrasi sistem logistik cerdas, serta peran komunikasi strategis dalam menciptakan layanan yang efektif, adaptif, dan berkelanjutan.
Rektor Institut STIAMI, Sylviana Murni, mengharapkan forum internasional ini bisa memperluas jejaring riset dan membuka peluang kerja sama lintas negara. "Konferensi ini merupakan manifestasi komitmen institusi dalam membangun ekosistem akademik yang kolaboratif serta produktif menghasilkan pemikiran aplikatif," ujar dia dalam keterangannya.
Dalam pidatonya, Wakil Menteri Pariwisata Republik Indonesia Ni Luh Enik Ermawati menegaskan bahwa akselerasi digital menuntut kolaborasi multipihak. Sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah, dan industri dinilai menjadi fondasi penting dalam meningkatkan kualitas kebijakan sekaligus daya saing sektor pariwisata dan layanan publik Indonesia di tingkat global.
Perspektif komparatif turut hadir melalui kontribusi para narasumber, di antaranya Tasente Tanase (OVIDIUS University of Constanta Romania), Kim Soo Il (Emeritus Professor Busan University of Foreign Studies South Korea), Ilham Sentosa (Emeritus Professor Universiti Kuala Lumpur), Degdo Supriyatno (Profesional Lecturer & Researcher Transport and Multimodal Expert, 20+ Years Industry Practioner), serta Rokhmin Dahuri (Rektor University UMMI Bogor). Diskusi yang dipandu oleh moderator Rifda Chairani berlangsung dinamis, ditandai dengan pertukaran gagasan, pengalaman praktik, hingga peluang kolaborasi akademik.
Tingginya partisipasi peserta, baik secara luring maupun daring, memperlihatkan meningkatnya perhatian komunitas ilmiah terhadap isu digital governance dan inovasi pelayanan. Sejumlah rekomendasi strategis yang mengemuka dalam forum ini diharapkan dapat menjadi rujukan bagi pengembangan kebijakan dan praktik manajerial di masa mendatang.
Melalui penyelenggaraan konferensi ini, Institut STIAMI meneguhkan posisinya sebagai institusi pendidikan tinggi yang aktif berkontribusi dalam percakapan global serta konsisten mendorong lahirnya solusi berbasis pengetahuan bagi kemajuan masyarakat.

4 hours ago
7














































