REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA – Dr Bambang Riyanta resmi dilantik sebagai Rektor Universitas Siber Muhammadiyah (SiberMu) untuk masa jabatan 2025–2029, Sabtu (14/2/2026). Pelantikan tersebut menandai babak baru penguatan transformasi digital kampus sekaligus menegaskan komitmen SiberMu sebagai perguruan tinggi dengan program pembelajaran jarak jauh (PJJ) terbaik di Indonesia.
Di bawah kepemimpinannya, Bambang ingin kampus ini memiliki arah pengembangan yang terstruktur. Ia menyampaikan, pengembangan kampus telah dirumuskan melalui rencana strategis (renstra) dan rencana operasional (renop) yang dibagi dalam beberapa fase pengembangan. Dimulai dari season pertama, yaitu impressive institution yang fokus pada penguatan kelembagaan dan nilai-nilai Al-Islam dan Kemuhammadiyahan.
"Saat ini, kami memasuki season kedua, awesome expansion, dengan ekspansi program studi, produk inovatif, serta pembukaan pusat pembelajaran baru," ujar Bambang saat memberikan sambutan usai dilantik sebagai rektor Universitas SiberMu di SM Tower, Sabtu (14/2/2026),
Pada fase ekspansi ini, penguatan tata kelola atau good governance menjadi fondasi utama. Bambang menjelaskan, indikator kinerja kunci, termasuk pertumbuhan jumlah mahasiswa, diproyeksikan sebagai penggerak keberlanjutan institusi. SiberMu juga terus menanamkan nilai-nilai inti kampus, yakni berkemajuan, ihsan, respek, inspiratif, kreatif, helpful, dan inovatif sebagai budaya akademik.
Selain itu, Bambang akan fokus memperkuat ekosistem pembelajaran daring yang inovatif agar memiliki daya saing yang kuat, baik di tingkat nasional maupun internasional.
"Amanah ini merupakan momentum penting bagi SiberMu untuk terus meningkatkan akses pendidikan yang fleksibel bagi masyarakat luas. Kami mengusung semangat 'Belajar Sepanjang Masa, Tanpa Batas' guna memastikan pendidikan berkualitas dapat dijangkau oleh siapa saja, di mana saja," ujarnya.
Ia menyampaikan, saat ini, SiberMu memiliki enam program studi jenjang sarjana dan magister berbasis PJJ yang seluruhnya telah terakreditasi. Jumlah pendaftar tercatat lebih dari 15 ribu orang, dengan mahasiswa aktif lebih dari 4.600 orang. Mayoritas mahasiswa merupakan pekerja dengan rata-rata usia 33 tahun, bahkan terdapat mahasiswa berusia 74 tahun yang kembali menempuh pendidikan.
Data ini menunjukkan bahwa model PJJ menjadi solusi nyata bagi masyarakat yang membutuhkan akses pendidikan fleksibel tanpa batas usia dan wilayah.
"Kami ingin menjadi pelopor inovasi di era teknologi dan terus memperluas akses pendidikan tinggi yang fleksibel dan berkualitas,"ujar Bambang.
Tantangan Disrupsi AI
Sebagai kampus berbasis teknologi, Bambang tak menepis bahwa SiberMu juga tidak lepas dari tantangan disrupsi kecerdasan buatan. Ia menyoroti perkembangan Generative AI, otomasi robotik, hingga komputer kuantum yang dinilai akan mengubah lanskap pendidikan dan dunia kerja secara fundamental. Menurutnya, dampak AI terhadap peradaban bahkan diprediksi melampaui penemuan api, listrik, maupun internet. Karena itu, literasi digital dan kemampuan adaptif menjadi kunci utama bagi sivitas akademika.
Menjawab tantangan tersebut, SiberMu melakukan akselerasi layanan berbasis teknologi, salah satunya melalui pengembangan AISA (AI for Cyber Assistant), chatbot berbasis AI yang melayani kebutuhan akademik dan administrasi mahasiswa selama 24 jam. Inovasi ini menjadi bagian dari strategi membangun ekosistem kampus digital yang responsif dan adaptif.
"Ke depan, AI akan menjadi seperti Einstein bagi setiap anak karena IQ AI yang sekarang sudah mencapai 155 dan terus tumbuh. Jika kita tidak melakukan sesuatu, kita akan tergantikan bukan oleh mesinnya, tetapi oleh orang yang mahir menggunakan AI tersebut," ungkapnya.
Sementara itu, Kepala Bagian Umum Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi Wilayah V (LLDikti V) Yogyakarta, Tego Sudarto menyampaikan apresiasi atas terpilihnya rektor baru SiberMu. Rektor terpilih didorong mampu meningkatkan mutu pendidikan dan capaian akreditasi unggul.
"Kami mengucapkan sukses dan selamat atas dilantiknya pak Rektor, semoga ini menjadi amanah dan Universitas Siber Muhammadiyah yang lebih maju lagi dan segera terakreditasi unggul," kata Tego.
Ia juga memaparkan dari sekitar 100 perguruan tinggi swasta (PTS) di DIY, baru sekitar 10 persen yang terakreditasi unggul. Karenanya, SiberMu didorong untuk dapat mengikuti jejak kampus-kampus senior seperti Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, Universitas Ahmad Dahlan, dan Universitas Islam Indonesia.
"Di sinilah peran penting Universitas SiberMu. Ini juga menjadi gambaran pionir, bagaimana menjawab transformasi digital," katanya.

3 hours ago
6













































