REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA -- Kenaikan harga bahan baku dan kebutuhan pokok menjelang bulan suci Ramadhan mulai terasa di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Sejumlah komoditas mengalami lonjakan signifikan. Beberapa di antaranya seperti harga telur ayam ras kini tercatat mencapai Rp 38 ribu per kilogram.
Cabai rawit bahkan menembus Rp 100 ribu per kilogram atau Rp 10 ribu per ons. Sementara itu, harga ayam potong berada di kisaran Rp 40 ribu per kilogram. Kenaikan ini terjadi di berbagai pasar tradisional dan mulai berdampak pada pengeluaran rumah tangga. Guna mengatasi kondisi ini, Komisi B DPRD DIY mendesak agar pemerintah daerah segera melakukan operasi pasar serta memperketat pengawasan distribusi untuk menjaga stabilitas harga.
Ketua Komisi B DPRD DIY, Andriana Wulandari, menilai lonjakan harga dipengaruhi kombinasi meningkatnya permintaan menjelang Ramadhan dan faktor distribusi pasokan. Selain itu, ia juga menyoroti dampak Program Makan Bergizi Gratis (MBG) terhadap ketersediaan bahan pangan di pasar.
"Barangnya sedikit, sementara permintaannya tinggi. Program MBG juga menjadi salah satu faktor karena suplai banyak terserap ke sana sehingga di pasar menjadi langka," ujar Andriana, Kamis (12/2/2026).
Menurutnya, kondisi ini tidak bisa dibiarkan berlarut-larut. Pemda DIY harus hadir dengan langkah konkret agar lonjakan harga tidak semakin meluas dan membebani masyarakat, terutama kelompok berpenghasilan rendah. Salah satunya dengan menggelar operasi pasar dan memperkuat program stabilisasi harga. Langkah ini dinilai penting untuk memastikan ketersediaan bahan pokok tetap aman dan harga terkendali.
"Pengawasan rantai pasok harus diperketat agar tidak ada spekulasi maupun penimbunan, sehingga harga tetap bisa dijangkau masyarakat," ucapnya.
Selain operasi pasar, Andriana juga menekankan pentingnya koordinasi lintas OPD bersama Bulog dan instansi terkait guna memastikan distribusi berjalan lancar. Transparansi informasi mengenai stok dan harga juga dinilai penting agar masyarakat tidak panik dan melakukan pembelian berlebihan yang justru memperparah kenaikan harga.
Sebagai wakil rakyat, ia mengaku tidak hanya mengandalkan laporan resmi, tetapi juga turun langsung memantau kondisi pasar.
"Saya ini ibu rumah tangga, setiap dua hari sekali belanja langsung ke warung. Beberapa waktu lalu saya juga ke Pasar Bantul, memang ada kenaikan dan itu nyata," katanya.
Menurutnya, fakta di lapangan menunjukkan kenaikan harga sudah dirasakan langsung oleh masyarakat. Karena itu, intervensi pemerintah harus dilakukan secepat mungkin sebelum Ramadhan tiba sepenuhnya. Dalam waktu dekat, pihaknya memastikan akan berkoordinasi dengan OPD terkait untuk membahas langkah pengendalian harga sekaligus memperkuat distribusi bahan pokok di wilayah DIY.
"Kami akan berdiskusi dengan OPD terkait untuk memastikan stabilitas rantai pasok di DIY tetap aman dan kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi," ujar Andriana.

3 hours ago
6













































