Indonesia ASRI dalam Napas Pendidikan: Dari Laboratorium Kampus hingga Karakter Sekolah

3 hours ago 9

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Gerakan Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah) yang diinstruksikan Presiden Prabowo Subianto kini menemukan "mesin penggeraknya" di jantung dunia pendidikan.

Bukan sekadar kampanye bersih-bersih, gerakan ini mulai diterjemahkan secara sistematis melalui dua jalur utama: inovasi teknologi di level perguruan tinggi dan pembentukan karakter di tingkat pendidikan dasar.

Keunikan gerakan ini terlihat jelas saat Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto meninjau langsung "benteng" inovasi di Universitas Islam Bandung (Unisba) dan Institut Teknologi Bandung (ITB) pada Sabtu (7/2). Di sini, sampah tidak lagi dipandang sebagai limbah, melainkan tantangan riset yang harus dijinakkan dengan teknologi tingkat tinggi.

Menteri Brian mendorong kampus menjadi pusat pengujian teknologi pengolahan sampah berbasis termal dan plasma yang aman serta efisien. "Teknologi ini harus memenuhi standar lingkungan dan diuji secara terbuka agar bisa direplikasi di berbagai daerah," tegasnya.

Unisba, misalnya, memperkenalkan penggunaan teknologi plasma bukan untuk membakar sampah, melainkan untuk memecah gas berbahaya hasil proses termal agar emisinya tetap aman bagi lingkungan. Sementara itu, ITB tengah mematangkan sistem manajemen sampah sirkular yang menyederhanakan pemilahan dari hulu hingga hilir, memastikan residu yang tersisa benar-benar terminimalisir.

Jika pendidikan tinggi menyiapkan "perangkat keras" berupa teknologi, maka pendidikan dasar menyiapkan "perangkat lunak" berupa karakter manusia. Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti menegaskan bahwa sekolah adalah ruang pembiasaan nilai-nilai ASRI yang paling strategis.

Bagi Mu’ti, sekolah yang asri bukan hanya soal pohon yang hijau, melainkan ekosistem yang aman secara spiritual dan sosial. “Sekolah yang aman adalah tempat di mana anak-anak berani berpendapat tanpa takut salah. Lingkungan yang bersih dan tertata akan mendukung ketangguhan spiritual dan kepekaan sosial mereka,” ujarnya di Jakarta, Senin (9/2).

Salah satu keunikan yang disorot Mu'ti adalah integrasi nilai ASRI dengan budaya disiplin, seperti ikrar antirokok yang diterapkan secara masif di sekolah-sekolah model. Melalui pembiasaan mengurangi plastik dan mengelola sampah di kelas, nilai-nilai Indonesia ASRI diharapkan menetap sebagai etika hidup, bukan sekadar hafalan materi ujian.

Persinggungan antara Mendiktisaintek dan Mendikdasmen ini memperlihatkan strategi komprehensif pemerintah dalam menjalankan arahan Presiden Prabowo. Pendidikan Tinggi menyediakan solusi logistik dan teknologi untuk menekan biaya pengolahan sampah jangka panjang, sementara Pendidikan Dasar memastikan generasi masa depan memiliki kesadaran untuk tidak lagi memproduksi sampah secara serampangan.

Indonesia ASRI kini bukan lagi sekadar slogan di atas kertas, melainkan sebuah simfoni pendidikan yang menghubungkan canggihnya teknologi plasma di laboratorium kampus dengan ketulusan ikrar siswa di halaman sekolah. Sebuah kolaborasi intelektual dan moral untuk mewujudkan Indonesia yang lebih bersih, sehat, dan bermartabat.

sumber : Antara

Read Entire Article
Politics | | | |