REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA - Board of Peace (BOP) yang digagas oleh Presiden AS, Donald Trump masih belum memberikan kepastian mengenai perdamaian permanen dan penanganan rekonstruksi masyarakat Gaza, Palestina pasca perang dua tahun. Padahal, kebutuhan warga Gaza untuk tetap bisa bertahan hidup tak bisa menunggu para pemimpin dunia untuk menghasilkan tindakan.
Kondisi ini mengetuk hati beberapa pimpinan lembaga kemanusiaan di Indonesia untuk segera bertindak. Diisiniasi oleh Yayasan Kasih Palestina, beberapa lembaga kemanusiaan lain mulai dari Yayasan Harapan Amal Mulia, Yayasan For Humanity hingga Yayasan Amal Bakti Dunia Islam (Abadi) hadir membahas mengenai kondisi warga Gaza Pasca dibentuknya BOP.
"Sebagai lembaga kemanusiaan yang intens menyalurkan bantuan masyarakat Indonesia ke Palestina, kami sering berkomunikasi langsung dengan perwakilan masyarakat Gaza. Dan faktanya memang sangat menyedihkan, mereka butuh bantuan kita sekarang," kata Direktur Yayasan Kasih Palestina, Nandang Cahya, usai menghadiri diskusi 'Nasib Gaza Pasca Board Of Peace' di Jakarta, Jumat (6/2/2026).
Saat ini, kata Nandang, kondisi Gaza benar-benar hancur. Sebanyak delapan puluh tiga persen infrastruktur mulai dari masjid, rumah sakit, sekolah, klinik dan pemukiman warga hancur akibat perang selama dua tahun kemarin. Untuk merekonstruksi Gaza seperti semula, kata Nandang, para ahli menyebutkan butuh anggaran hingga Rp 1.100 triliun lebih.
Sementara itu, kehadiran BOP ini belum memberikan kejelasan terkait rekonstruksi di Gaza. Bahkan, keberadaannya masih menimbulkan polemik, terutama setelah Presiden Prabowo menandantangani keikutsertaan Indonesia didalamnya. Bahkan, Indonesia membayar iuran sebesar 1 Miliar Dollar AS atau senilai Rp 17 triliun.
Meski banyak yang ragu, ditambah dengan tidak dilibatkannya perwakilan Palestina di BOP ini, Nandang menilai kehadiran Indonesia dan beberapa negara Islam didalam organisasi ini diharapkan bisa mewakili aspirasi masyarakat Palestina.
"Dan pemerintah pun sudah menyatakan kalau BOP ini melenceng dari tujuannya, Indonesia akan menarik diri. Jadi ya, kita dukung sambil terus berusaha membantu masyarakat Palestina untuk tetap bisa bertahan," kata Nandang.

3 hours ago
8














































