REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA -- Kondisi rumah tidak layak huni masih menjadi persoalan serius di Kota Yogyakarta, karena berpotensi menimbulkan berbagai masalah kesehatan bagi penghuninya. Menyikapi hal ini, Pemerintah Kota Yogyakarta menyalurkan bantuan renovasi rumah melalui program Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) sebagai upaya meningkatkan kualitas hunian warga sekaligus mencegah risiko penyakit.
Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo didampingi DPRD Kota Yogyakarta, BAZNAS Kota Yogyakarta, OPD pendamping Dinas Pariwisata dan Dinas Pendidikan serta Forkopimtren turun langsung ke lapangan untuk melihat kondisi rumah sekaligus memberikan bantuan kepada warga penerima program RTLH di wilayah Kemantren Mantrijeron dan Kemantren Mergangsan.
Bantuan pertama diserahkan kepada Maryadi, warga Dukuh MJ I/1342 RT 070 RW 015 Kelurahan Gedongkiwo, Kemantren Mantrijeron. Sementara bantuan kedua diberikan kepada Budi Santoso yang beralamat di Keparakan Lor MG I/887 RT 035 RW 08 Kelurahan Keparakan, Kemantren Mergangsan.
Hasto menyampaikan, program bedah rumah adalah bentuk nyata semangat gotong royong yang terus didorong Pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
"Kita harus bergotong royong. Semua OPD saya ajak untuk membangun RTLH di Kota Yogyakarta. Walaupun jumlahnya tidak banyak, setidaknya bisa membantu sedikit demi sedikit," kata Hasto, Senin (9/2/2026).
Saat meninjau langsung rumah milik Maryadi dan Budi Santoso, Hasto mendapati kondisi hunian keduanya sangat memprihatinkan dan berisiko bagi kesehatan. Rumah Maryadi dinilai tidak layak huni karena dipenuhi banyak barang serta masih menggunakan atap berbahan asbes yang berbahaya bagi kesehatan paru-paru.
Sementara itu, kondisi rumah milik Budi Santoso berada juga kurang layak. Atap rumah tampak berlubang akibat genteng yang tidak rapat, serta lantai rumah yang belum dilapisi keramik sehingga rentan terhadap rembesan air dan kelembapan.
"Asbes tidak sehat karena debu-debunya dapat menyebabkan asbestosis dan mengganggu kesehatan paru-paru. Sesuai arahan Pak Prabowo, atap asbes akan diturunkan dan diganti dengan genteng," katanya.
Masing-masing penerima bantuan ini, mendapatkan dana bedah rumah dari BAZNAS Kota Yogyakarta sebesar Rp 20 juta. Selain itu, dukungan tambahan juga diberikan oleh berbagai OPD, yakni bantuan pribadi dari Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo sebesar Rp 2,5 juta, Dinas Pariwisata Rp 2,5 juta, Dinas Pendidikan Rp 2,5 juta, serta PDAM sebesar Rp 2,5 juta.
Selain memperbaiki kualitas hunian, Hasto juga mengajak masyarakat mendukung program Presiden RI Prabowo Subianto melalui Gerakan Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah) yang akan diterapkan di Kota Yogyakarta melalui aksi bersih-bersih lingkungan.
"Program tersebut nantinya akan diterapkan di Kota Yogyakarta melalui aksi bersih-bersih lingkungan, mulai dari jalan, trotoar, drainase, hingga ruang-ruang publik," ujar Hasto.

3 hours ago
10














































