Hari Ini Warga DIY Bertemu Langsung Sultan HB X di Acara Syawalan Idul Fitri 2026

4 hours ago 7

REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA -- Momen Syawalan Idul Fitri 1447 H yang akan digelar Pemerintah Daerah DIY, Senin (30/3/2026), menjadi obat rindu bagi warga Yogyakarta yang ingin bertemu langsung dengan Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X. Setelah sempat ditiadakan pada tahun lalu, tradisi syawalan di Kompleks Kepatihan ini terbuka untuk umum dan rencananya akan berlangsung mulai pukul 10.00 hingga 12.00 WIB. 

Wisatawan yang sedang berlibur di Yogya juga bisa ikut memanfaatkan momen tersebut untuk bertemu, menyapa dan berjabat tangan langsung dengan Sultan HB X. Dengan durasi yang singkat tersebut, masyarakat diimbau datang lebih awal agar tetap bisa bersalaman langsung mengingat antusiasme masyarakat terhadap tradisi tahunan ini diperkirakan kembali tinggi seperti tahun-tahun sebelumnya.

"Pada prinsipnya ini adalah momen pimpinan daerah bertemu dengan rakyat dan relasinya," ungkap Sekretaris Daerah (Sekda) DIY, Ni Made Dwipanti Indrayanti, Sabtu (28/3/2026).

"Terbuka untuk umum, tapi jamnya kami batasi, karena jam 13.00 beliau ada agenda courtesy," katanya.

Ni Made menjelaskan, syawalan tahun ini ada perubahan konsep. Jika biasanya ribuan masyarakat yang hadir disuguhi dengan berbagai kuliner prasmanan, perhelatan tahun 2026 ini membawa nuansa yang lebih membumi dan kental dengan budaya lokal. Namun, ia memastikan perubahan ini tidak mengurangi esensi dari acara silaturahmi tersebut, melainkan justru menghidupkan ekosistem usaha kecil di Yogyakarta.

Pemerintah Daerah DIY memutuskan untuk menyuguhkan aneka makanan dan minuman khas angkringan bagi para tamu yang hadir. "Kami akan menyediakan menu angkringan, ada sekitar 70 angkringan. Kami melibatkan UMKM untuk penyediaannya," ujarnya.

Kehadiran 70 gerobak angkringan yang memberdayakan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) ini diharapkan dapat memberikan dampak ekonomi langsung yang dirasakan oleh warga, menjadikan momen Idulfitri bukan sekadar perayaan seremonial, tetapi juga kolaborasi sosial ekonomi. "Kami melibatkan UMKM banyak. Satu angkringan itu dia akan ambil nasi kucingnya di mana, sate di mana. Ini bukan cuma satu katering perusahaan tertentu," ucapnya.

Sementara itu, Koordinator Humas Dinas Kominfo Pemda DIY Ditya Nanaryo Aji menyampaikan masyarakat yang akan hadir di acara tersebut, diminta mengenakan pakaian rapi, tidak menggunakan sandal jepit, serta dilarang melakukan swafoto (selfie) maupun merekam video saat bersalaman dengan Sultan. Tim Humas Pemda DIY akan menyediakan fotografer dan membagikan tautan unduh agar masyarakat tetap memiliki dokumentasi momen tersebut. Pemda DIY juga memastikan aksesibilitas bagi seluruh kalangan dengan menyediakan jalur khusus dan fasilitas bidang landai (ramp) bagi penyandang disabilitas agar proses silaturahmi dapat berjalan lebih nyaman dan diprioritaskan.

Dengan keterlibatan puluhan pelaku UMKM, kata Ditya, agenda silaturahmi tahun 2026 ini diharapkan menjadi momentum penghematan anggaran negara yang selaras upaya penguatan ekonomi rakyat. "Tahun ini kami selenggarakan silaturahmi yang lebih sederhana sesuai arahan gubernur dan wakil gubernur yang melibatkan UMKM berupa angkringan untuk masyarakat," ujarnya.

Read Entire Article
Politics | | | |