Raja Persia Ini Begitu Dipuja Yahudi, Penguasa Agung dalam Kisah Alquran

4 hours ago 7

REPUBLIKA.CO.ID, Sosok Zulkarnain yang diabadikan dalam Alquran hingga kini masih menyimpan misteri panjang. Figur pemimpin agung yang disebut dalam Alquran itu digambarkan sebagai raja yang kuat, bijak, dan bertauhid, namun identitas historisnya terus menjadi bahan perdebatan lintas zaman.

 Allah SWT berfirman:

وَيَسْأَلُونَكَ عَنْ ذِي الْقَرْنَيْنِ ۖ قُلْ سَأَتْلُو عَلَيْكُ إِنَّا مَكَّنَّا لَهُ فِي الْأَرْضِ وَآتَيْنَاهُ مِنْ كُلِّ شَيْءٍ سَبَبًا فَأَتْبَعَ سَبَبًا

Artinya: "Mereka akan bertanya kepadamu (Muhammad) tentang Zulkarnain. Katakanlah: 'Aku akan bacakan kepadamu cerita tantangnya.' Sesungguhnya Kami telah memberi kekuasaan kepadanya di muka bumi, dan Kami telah memberikan kepadanya jalan (untuk mencapai) segala sesuatu. Maka dia pun menempuh suatu jalan." (QS Al-Kahfi [18]: 83–85).

Dalam buku "Zulkarnain Agung: Antara Cyrus dan Alexander Jejak Cerita dalam al-Quran dan Riwayat Sejarah", Wisnu Tanggap Prabowo mengungkapkan bahwa kisah Zulkarnain terdapat dalam 13 ayat Alquran. Diskusi mengenai sosoknya terus bergulir selama berabad-abad.

Dialah penakluk Yajuj dan Ma'juj dengan megastruktur tersohornya berupa tembok dari campuran besi-tembaga yang tingginya setara dua puncak bukit. Tauhid, keikhlasan, kekuatan, kekuasaan, kearifan, dan keilmuan terkumpul pada sosok Zulkarnain.

Siapa sebenarnya Zulkarnain? 

Sejumlah sejarawan dan ulama mencoba mengaitkan sosok ini dengan tokoh-tokoh besar dunia kuno. Dua nama yang paling sering disebut adalah Cyrus the Great dari Persia dan Alexander the Great dari Yunani. Selain itu, ada pula tokoh lain seperti Melchizedek yang dianggap memiliki kemiripan karakter. 

Pandangan yang mengidentifikasi Zulkarnain dengan Cyrus menguat dalam beberapa dekade terakhir. Ulama dan tokoh kemerdekaan India, Abul Kalam Azad, menjadi salah satu pengusung utama teori ini dalam tafsirnya. Pemikir Islam kontemporer, Abul A'la Maududi, juga memperkuat pandangan tersebut. 

Dilansir dari laman study, Cyrus Agung lahir sekitar tahun 590–580 SM dan dikenal sebagai pendiri Kekaisaran Achaemenid—kekaisaran besar pertama Persia yang kini wilayahnya mencakup Iran. Ia memerintah pada 559–529 SM dan dikenal sebagai pemimpin yang berpengaruh dalam membentuk peradaban Persia kuno. 

Menariknya, nama Cyrus memiliki tempat istimewa dalam tradisi Yahudi. Wisnu Tanggap Prabowo menjelaskan, ada dua sebab mengapa Cyrus begitu dipuja oleh kaum Yahudi. Pertama, namanya ada dalam Taurat dan dalam Injil Nasrani. Sebab, Taurat mencakup lima kitab pertama yang ada pada Perjanjian Lama. Dalam Perjanjian Lama, menurut Wisnu, nama Cyrus muncul sekitar 23 kali.

Read Entire Article
Politics | | | |