Di Tengah Keterbatasan Pascabanjir, Dompet Dhuafa Hidupkan Kembali Tradisi Meugang di Aceh

4 hours ago 4

REPUBLIKA.CO.ID, ACEH - Provinsi Aceh masih berupaya bangkit pascabencana banjir bandang dan tanah longsor akhir tahun 2025. Dompet Dhuafa menghadirkan secercah kegembiraan melalui tradisi Meugang jelang Ramadan 1447 Hijriah.

Kegiatan ini diselenggarakan khusus bagi para penyintas di pengungsian agar mereka tetap dapat merasakan kehangatan tradisi leluhur dalam menyambut bulan mulia meskipun rumah dan harta benda mereka telah sirna diterjang bencana, Selasa (17/2/2026).

“Meugang bukan sekadar tradisi makan daging, ia adalah simbol ketangguhan dan persaudaraan. Di ambang bulan mulia Ramadan, kami hadirkan Meugang sebagai momentum bagi para penyintas di Aceh untuk membasuh duka dan menjemput kebangkitan,” kata Wakil Ketua Yayasan Dompet Dhuafa Herdiansah.

Distribusi bantuan hewan dalam rangka tradisi Meugang di wilayah Aceh menyasar beberapa titik strategis di Kabupaten Aceh Utara, Bireun, dan Aceh Tengah pada tanggal 17 hingga 18 Februari. Di Aceh Utara, bantuan difokuskan di Kecamatan Seunuddon melalui penyaluran daging dari empat ekor sapi untuk warga Desa Ulee Reubek dan Lhok Puuk, serta satu ekor sapi yang diolah melalui dapur umum di Desa Gunci, Kecamatan Sawang.

Sementara itu, di Kabupaten Bireun, penyaluran daging dilakukan masing-masing satu ekor sapi untuk warga Desa Bivak Krueng Simpo di Kecamatan Juli dan Desa Kapa di Kecamatan Peusangan, yang kemudian dilengkapi dengan kontribusi satu ekor sapi tambahan melalui MPDI Wilayah Aceh Tengah guna memastikan jangkauan bantuan yang lebih luas bagi masyarakat terdampak.

Kepala Disaster Management Center (DMC) Dompet Dhuafa, Shofa Qudus menyampaikan dalam pelaksanaan Meugang ini, Dompet Dhuafa mendistribusikan sapi di beberapa titik, seperti Kabupaten Aceh Utara, Bireun, dan Aceh Tengah.

Beberapa di antaranya adalah Desa Ulee Reubek dan Desa Lhok Puuk (Kecamatan Seunuddon, Aceh Utara), Desa Gunci (Kecamatan Sawang, Aceh Utara), Desa Bivak Krueng Simpo (Kecamatan Juli, Bireun), Desa Kapa (Kecamatan Peusangan, Bireun) dan Pondok Yatim Tahfizh Quran An-Nur (Kecamatan Leung Bata, Banda Aceh).

Tradisi Meugang merupakan warisan budaya masyarakat Aceh yang sarat akan makna syukur, ditandai dengan kegiatan menyembelih hewan serta memasak dan menyantap daging bersama keluarga.

Hal yang menarik dari aksi ini adalah keputusan panitia untuk membeli sapi-sapi tersebut langsung dari peternak lokal yang juga menjadi korban banjir. Langkah strategis ini diambil sebagai upaya nyata untuk memutar kembali roda ekonomi masyarakat setempat yang sempat lumpuh total.

Kolaborasi dengan GPCI

Dompet Dhuafa berkolabirasi bersama konsorsium organisasi pro-Palestina yang tergabung dalam Global Peace Convoy Indonesia atau GPCI. Salah satu bentuk kolaborasi adalah penyaluran 50 ekor sapi untuk kegiatan Meugang di beberapa titik di Aceh. Kegiatan ini merupakan bagian dari persiapan perjalanan kemanusiaan misi internasional Global Sumud Flotilla 2.0.

Kolaborasi ini diharapkan mampu menghantarkan semangat kepada penerima manfaat untuk bisa dengan tangguh dan gagah berani hadapi Bulan Suci Ramadan. Selain itu juga mampu mengahangatkan perut di kala keterbatasan yang ada pascabencana banjir bandang.

Read Entire Article
Politics | | | |