Dari Kopi Aceh hingga Rumput Laut Makassar, Koperasi Daerah Indonesia Tembus Pasar Dunia

3 hours ago 6

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Koperasi dan usaha kecil menengah (UKM) dari berbagai daerah di Indonesia kian menegaskan perannya dalam peta perdagangan global. Produk berbasis komunitas, mulai dari kopi dataran tinggi Aceh dan Kerinci, rumput laut dari Makassar, hingga kerajinan dan fesyen dari Jawa dan Bali, kini tidak lagi hanya mengisi pasar lokal, tetapi mulai masuk ke rantai pasok internasional.

Koperasi dan UKM daerah saat ini mulai hadir sebagai pemasok produk bernilai tambah. Data Kementerian Perdagangan menunjukkan, nilai ekspor UMKM Indonesia mencapai 57,61 juta dolar AS atau sekitar Rp 947,4 miliar pada periode Januari–April 2025, mencerminkan meningkatnya kontribusi pelaku usaha kecil terhadap devisa negara.

Pimpinan Perusahaan Peluang Media Group, Irsyad Muchtar, menilai keberhasilan koperasi dan UKM menembus pasar global bukan sekadar capaian bisnis, tetapi juga bukti bahwa ekonomi berbasis komunitas mampu bersaing di tingkat dunia. Menurut dia, produk yang diekspor bukan hanya membawa nilai ekonomi, tetapi juga jati diri daerah dan semangat kolektif anggotanya.

Hal ini menurut dia tergambar dalam anugerah Top 50 Koperasi dan UKM Ekspor Award 2026 yang digelar di Kantor Kementerian Koperasi (Kemenkop), Jakarta, Selasa (10/2/2026). Ajang ini menghadirkan koperasi dan UKM dari berbagai wilayah yang telah berhasil menembus pasar luar negeri, mulai dari sektor pangan, hasil perkebunan, hasil laut, hingga produk kreatif dan furnitur.

“Dalam anugerah Top 50 Koperasi dan UKM Ekspor Award 2026 ini, kita melihat bagaimana koperasi dan UKM bukan hanya menjual produk lokal ke pasar global, tetapi juga membawa semangat pemberdayaan dan daya saing ekonomi rakyat,” ujar Irsyad.

Ia menjelaskan, komoditas yang diekspor koperasi dan UKM semakin beragam, mulai dari kopi, rempah-rempah, rumput laut, produk herbal, hingga fesyen dan kerajinan. Namun, untuk bisa menembus pasar internasional, pelaku usaha harus melewati proses yang tidak sederhana, mulai dari pemenuhan standar mutu dan sertifikasi, kontinuitas produksi, hingga kemampuan bersaing dari sisi harga.

Direktur Peluang Media Group, Yuni Hegarwati, menambahkan kehadiran Menteri Koperasi Ferry Juliantono dan Menteri UMKM Maman Abdurrahman dalam ajang tersebut mencerminkan dukungan pemerintah terhadap koperasi dan UKM berorientasi ekspor. Ia berharap ajang ini dapat menjadi etalase nasional yang menunjukkan kesiapan pelaku usaha daerah untuk bersaing di pasar global.

“Kehadiran pemerintah diharapkan menjadikan ajang ini sebagai etalase nasional bagi koperasi dan UKM ekspor, sekaligus mendorong lahirnya lebih banyak pelaku usaha lokal yang siap masuk ke pasar dunia,” kata Yuni.

Dengan semakin banyaknya koperasi dan UKM daerah yang menembus pasar internasional, wajah ekspor Indonesia pun mulai berubah. Ekonomi rakyat tidak lagi hanya menjadi penonton, tetapi ikut membentuk arah perdagangan global Indonesia—lebih inklusif, lebih merata, dan berakar kuat pada potensi daerah.

Read Entire Article
Politics | | | |