REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Di tengah masih berlangsungnya pemulihan pasca-banjir bandang yang melanda Kabupaten Aceh Tamiang, gelombang solidaritas nasional mengalir deras menjelang Ramadhan 1447 Hijriah.
Berbagai lembaga dan instansi dari luar daerah berlomba-lomba menyalurkan bantuan kemanusiaan, mulai dari logistik pokok hingga perlengkapan ibadah, agar masyarakat terdampak bisa menyambut bulan suci dengan hati lebih ringan dan rumah lebih layak.
Anggota DPD RI asal Aceh, Sudirman Haji Uma, menjadi salah satu pelopor dengan menyalurkan bantuan program “DPD RI Peduli” langsung ke Desa Seuneubok Aceh, Kecamatan Bendahara, serta beberapa desa terdampak lainnya.
Bantuan tersebut mencakup beras, minyak goreng, gula pasir, sirup, sajadah, mukena, kain sarung, serta uang tunai Rp5 juta. “Bantuan ini kami fokuskan untuk kebutuhan pascabanjir dan persiapan menyambut bulan Ramadhan,” ujar Haji Uma di Aceh Tamiang, Rabu.
Ia menegaskan bahwa bantuan ini merupakan hasil partisipasi seluruh anggota DPD RI dari berbagai daerah di Indonesia, menunjukkan kuatnya semangat solidaritas kebangsaan. “DPD RI melalui program ini berupaya hadir dan membantu masyarakat, khususnya warga Aceh Tamiang,” tambahnya, sembari mengajak seluruh elemen masyarakat menjaga semangat gotong royong karena dampak banjir masih terasa hingga kini.
Tak kalah sigap, PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) juga turun tangan di dua lokasi pengungsian utama: Desa Kota Lintang Bawah dan Kampung Durian.
Bantuan yang diserahkan pada Selasa (10/2) ini ditujukan untuk sekitar 200 pengungsi, berupa perlengkapan istirahat (kasur, selimut), perlengkapan ibadah (sarung, Alquran, mukena, sajadah), perlengkapan dapur umum, baju baru, serta buku edukasi dan alat tulis untuk anak-anak.
Direktur Tomi Taufan menjelaskan bahwa bantuan ini berasal dari dana perusahaan, iuran karyawan, dan dukungan nasabah melalui program Odd Lot. “Kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya kami untuk menumbuhkan empati dan kepedulian sosial di lingkungan internal perusahaan,” kata Head of Human Capital Division Ratna Ekawati.
Di lapangan, penanggung jawab pengungsian seperti Aulia (Desa Kota Lintang) dan Ust. Hamdani (Kampung Durian) menyampaikan bahwa kebutuhan mendesak masih meliputi hunian sementara layak, air bersih, serta fasilitas MCK yang banyak rusak.
sumber : Antara

2 hours ago
2















































