Britney Spears Jual Hak Katalog Musiknya Termasuk 'Baby One More Time'

3 hours ago 4

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Penyanyi pop internasional Britney Spears dikabarkan telah menjual hak atas katalog musiknya kepada perusahaan penerbit musik Primary Wave. Dalam kesepakatan ini, Primary Wave mengambil alih kepemilikan Spears atas lagu-lagu hitsnya, termasuk "Baby One More Time", "Oops I Did It Again", "(You Drive Me) Crazy", "I'm a Slave 4 U", "Lucky", "I'm Not a Girl, Not Yet a Woman" serta sejumlah lagu populer lainnya.

Kesepakatan ini disebut telah ditandatangani pada 30 Desember 2025, demikian seperti dilansir laman Rolling Stone, Rabu (11/2/2026). Nilai transaksi belum diumumkan secara resmi, namun seorang sumber menyebut nilainya sebanding dengan kesepakatan Justin Bieber yang dilaporkan mencapai 200 juta dolar AS saat menjual katalog musiknya kepada Hipgnosis Songs Capital pada 2023.

Primary Wave dikenal aktif membeli hak musik dari musisi ternama. Pada Maret 2025, perusahaan ini membeli 50 persen saham dari warisan (estate) The Notorious B.I.G. Sebelumnya, mereka juga menjalin kesepakatan dengan warisan Whitney Houston, Bob Marley, Prince, serta Ric Ocasek dari band The Cars. Pada 2020, Stevie Nicks juga menjual hak penerbitan lagunya kepada perusahaan ini.

Akusisi katalog musik menjadi strategi menguntungkan bagi artis. Selain mendapatkan pembayaran besar di muka, artis terbebas dari tanggung jawab panjang mengelola hak cipta dan aset musik mereka. Pemilik hak penerbitan lagu berhak menerima royalti setiap kali lagu diputar di media, dijual dalam bentuk album, atau digunakan untuk iklan dan film.

Di era streaming, katalog musik menjadi aset jangka panjang yang menarik bagi investor. Selain Primary Wave, label besar seperti Sony, Universal, dan Warner juga aktif mengakuisisi katalog musik, bersama investor spesialis seperti Recognition Music Group dan Concord Music Publishing.

Britney Spears meraih ketenaran pada akhir 1990-an dan menjadi ikon pop dunia. Namun, dalam beberapa tahun terakhir ia lebih banyak menjauh dari industri musik. Pada 2021, pengadilan AS mengakhiri konservatori selama 13 tahun yang memberikan kendali atas keuangan Spears kepada ayahnya.

Spears belum merilis album studio baru sejak Glory pada 2016. Meski ia sempat menyatakan tidak akan tampil lagi di Amerika Serikat, ia belum sepenuhnya menutup kemungkinan membuat musik baru. Pada 2022, Spears berkolaborasi dengan Elton John melalui lagu "Hold Me Closer", dan pada 2023 merilis "Mind Your Business" bersama will.i.am dari Black Eyed Peas.

Read Entire Article
Politics | | | |