Live commerce bukan sekadar jualan di depan kamera. Ini adalah penggabungan antara hiburan (entertainment) dan belanja instan yang didukung oleh sistem pembayaran digital yang mulus.
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA - Pukul satu dini hari, layar ponsel masih memancarkan cahaya biru yang menerangi wajah yang tampak lelah. Jempol terus bergerak, melakukan scrolling tanpa henti di antara platform live shopping yang menawarkan diskon kilat, teriakan host yang antusias, dan angka stok yang terus menipis dalam hitungan detik.
Tanpa sadar, sebuah pesanan telah terkonfirmasi. Esok paginya, muncul rasa sesal yang akrab, apakah barang ini benar-benar dibutuhkan, atau hanya sekadar takut ketinggalan tren?
Menjadi konsumen di era ekonomi kreatif saat ini memang menguras emosi dan dompet. Fenomena tren live shopping telah menyulap cara kita berbelanja menjadi sebuah pertunjukan hiburan yang memicu adrenalin.
Namun, pernahkah terlintas di pikiran kamu untuk berhenti menjadi penonton yang terjebak FOMO (Fear of Missing Out) dan mulai menjadi otak yang merancang keramaian tersebut? Di balik layar yang tampak gaduh itu, ada arsitektur strategi digital marketing trend yang sangat presisi, yang sebenarnya jauh lebih menjanjikan daripada sekadar menjadi pembeli.
Mengenal Fenomena Live Commerce: Saat Hiburan Menjadi Ladang Uang
Live commerce bukan sekadar jualan di depan kamera. Ini adalah penggabungan antara hiburan (entertainment) dan belanja instan yang didukung oleh sistem pembayaran digital yang mulus.
Menurut ulasan dari berbagai sumber mengenai cara kerja live shopping, metode ini merupakan revolusi penjualan real-time yang memanfaatkan fitur live shopping marketplace seperti TikTok Shop, Shopee Live, hingga YouTube. Di sini, interaksi bukan lagi searah, melainkan sebuah dialog yang membangun customer engagement sangat tinggi.
Bagi sebuah brand, live commerce strategy adalah kunci untuk meningkatkan konversi secara eksponensial. Ini bukan lagi soal memasang foto produk yang cantik di katalog, melainkan tentang konten commerce yang bercerita. Strategi live shopping untuk brand yang sukses melibatkan pengaturan pencahayaan, pemilihan host live shopping yang karismatik, hingga skenario monetisasi live shopping yang matang agar penonton tidak hanya melihat, tapi juga menekan tombol beli saat itu juga.

2 hours ago
4















































