Sambut Imlek, Pos Indonesia Terbitkan Perangko Tahun Kuda

1 hour ago 5

Pos Indonesia menerbitkan perangko Imlek Tahun Kuda.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — PT Pos Indonesia (Persero) menerbitkan perangko edisi khusus Tahun Kuda 2577 untuk menyambut Tahun Baru Imlek. Perangko berdenominasi Rp10.000 itu mulai beredar pada 10 Februari 2026.

Ini menjadi kali ketiga Pos Indonesia menghadirkan seri reguler Imlek, setelah sebelumnya mengeluarkan edisi Naga Kayu 2575 dan Tahun Ular 2576. Penerbitan ini sekaligus menjaga tradisi filateli yang lekat dengan perayaan budaya.

Manajer Konsinyasi dan Filateli Pos Indonesia, Ria Marantika, mengatakan karakter Tahun Kuda identik dengan semangat maju. “Karakter Tahun Kuda identik dengan optimisme, kemandirian dan jiwa petualang. Secara sosial budaya, Tahun Kuda 2577 menjadi momentum untuk memperkuat nilai kerja sama, semangat pantang menyerah dan inovasi. Seperti kuda yang berlari maju tanpa ragu, tahun ini diharapkan dapat mendorong masyarakat untuk terus bergerak, beradaptasi dengan perubahan zaman dan membangun harapan baru dengan semangat positif,” kata Ria di Jakarta, dikutip pada Kamis (12/2/2026).

Perangko tersedia dalam beberapa bentuk. Fullsheet berisi 18 keping dijual Rp180.000. Ada pula souvenir sheet Rp40.000, kemasan prisma Rp85.000, serta sampul hari pertama Rp33.000.

Jumlah cetakannya terbatas, yakni 4.000 fullsheet, 6.000 souvenir sheet, 1.500 kemasan prisma, dan 750 sampul hari pertama. Keterbatasan ini membuatnya diburu kolektor.

Seorang filatelis, Tika, mengaku langsung membeli edisi tersebut. “Dari dulu saya sudah koleksi. Kali ini shio kuda, gambarnya bagus, jadi saya beli untuk koleksi,” ujarnya. Ia mengoleksi perangko sejak 2012.

Penerbitan perangko Imlek juga dilakukan sejumlah administrasi pos di negara lain, seperti SingPost, Hongkong Post, Australia Post, La Poste, United States Postal Service, China Post, serta United Nations Postal Administration. Tradisi ini menunjukkan perayaan Imlek memiliki jangkauan global dan tetap diminati masyarakat lintas negara.

Read Entire Article
Politics | | | |