Jasa Raharja dan INACA Dorong Literasi Keselamatan Penerbangan Nasional

2 hours ago 5

Jasa Raharja dan INACA mendorong peningkatan literasi keselamatan penerbangan.

REPUBLIKA.CO.ID,  JAKARTA — Direktur Utama Jasa Raharja Muhammad Awaluddin menegaskan keselamatan penerbangan harus menjadi budaya yang hidup dalam setiap aspek operasional, bukan sekadar tertulis dalam regulasi. Hal itu disampaikan dalam sosialisasi budaya keselamatan dan pemahaman asuransi penerbangan bersama Indonesia National Air Carriers Association (INACA), Rabu (11/2/2026).

Awaluddin mengatakan, kegiatan ini bertujuan meningkatkan literasi keselamatan, khususnya di kalangan generasi muda. Peserta didorong memahami pentingnya kepatuhan terhadap prosedur keselamatan serta mengetahui hak dan kewajiban penumpang dalam sistem transportasi udara nasional. “Harapannya, para peserta dapat menjadi agen literasi keselamatan di lingkungannya masing-masing,” ujarnya dalam keterangan tertulis.

Ia menegaskan, keselamatan merupakan tanggung jawab bersama seluruh ekosistem penerbangan, tidak hanya regulator dan operator. Menurutnya, budaya keselamatan harus tertanam dalam setiap proses kerja dan pengambilan keputusan sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan penumpang.

Sebagai BUMN yang menjalankan amanat Undang-Undang Nomor 33 dan 34 Tahun 1964, Jasa Raharja memiliki mandat memberikan perlindungan dasar bagi penumpang angkutan umum, termasuk angkutan udara. Namun Awaluddin menekankan santunan bukanlah tujuan utama. “Santunan adalah bentuk tanggung jawab negara ketika musibah terjadi, tetapi keselamatan tetap menjadi prioritas tertinggi,” katanya.

Ketua Umum INACA Denon Prawiraatmadja menyampaikan, komunikasi yang konsisten menjadi kunci membangun budaya keselamatan. Ia menilai seluruh pemangku kepentingan, mulai dari regulator, operator, akademisi, mahasiswa hingga media massa, harus terlibat aktif.

Denon juga menyoroti pentingnya penerapan konsep just culture, yakni budaya keterbukaan dalam menyampaikan informasi keselamatan tanpa rasa takut. Menurutnya, pendekatan tersebut memperkuat sistem pencegahan risiko dan menjaga standar keselamatan penerbangan Indonesia yang sejak 2017 berada di atas rata-rata global. Ia menambahkan, capaian itu menjadi nilai kompetitif industri penerbangan nasional di tingkat internasional.

Read Entire Article
Politics | | | |