Waskita Bidik Proyek Timur Tengah, Rekam Jejak dari Mataf Kakbah Jadi Modal

7 hours ago 11

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – PT Waskita Karya (Persero) Tbk memperkuat langkah ekspansi ke pasar konstruksi Timur Tengah dengan memanfaatkan rekam jejak proyek yang telah dikerjakan di Arab Saudi. Perseroan menjadi salah satu kontraktor Indonesia yang memiliki lisensi operasional lengkap dan kehadiran resmi di negara tersebut.

Corporate Secretary Waskita Karya Ermy Puspa Yunita mengatakan, pengalaman mengerjakan sejumlah proyek strategis di Arab Saudi menjadi modal penting bagi perusahaan untuk menangkap peluang pembangunan infrastruktur di kawasan Timur Tengah.

Salah satu proyek yang pernah dikerjakan Waskita adalah renovasi area mataf atau area tawaf di sekitar Kakbah, Masjidil Haram, Makkah. Proyek yang menjadi bagian dari perluasan King Abdullah Makkah Extension (KAME) tersebut diselesaikan pada 2013 dengan nilai kontrak mencapai 59 juta riyal Saudi.

Renovasi dilakukan untuk meningkatkan kapasitas area tawaf sehingga mampu menampung lebih banyak jamaah. Setelah proyek selesai, kapasitas mataf meningkat dari sekitar 48 ribu jamaah menjadi lebih dari 105 ribu jamaah.

“Sebelumnya mataf hanya dapat menampung 48 ribu jamaah, namun setelah direnovasi bisa memuat hingga lebih dari 105 ribu jamaah. Bagi Waskita, memperluas Mataf Masjidil Haram bukan sekadar mengerjakan proyek, tetapi merupakan wujud komitmen kami dalam menghadirkan infrastruktur yang bermanfaat bagi dunia internasional,” kata Ermy dalam keterangannya, Rabu (3/6/2026).

Menurut Ermy, proyek tersebut menggunakan metode formwork slab dan cantilever beam untuk meningkatkan presisi konstruksi sekaligus mendukung efisiensi waktu dan biaya pengerjaan.

Selain proyek Mataf Masjidil Haram, Waskita juga pernah mengerjakan sejumlah proyek lain di Arab Saudi, di antaranya King Saud Fitness College pada 2011, King Saud University of Riyadh Techno Valley & Building Administration College di Riyadh pada 2009, serta kawasan bisnis King Abdullah Financial District (KAFD) yang dibangun pada periode 2010-2012.

Perseroan juga terlibat dalam pembangunan Jeddah Flyover dan King Faisal Specialist Hospital di Jeddah.

Ermy menilai pengalaman tersebut memperkuat posisi Waskita sebagai kontraktor nasional yang memiliki pengalaman mengerjakan proyek internasional.

Dalam satu dekade terakhir, perusahaan telah terlibat dalam pembangunan lebih dari 100 proyek infrastruktur di berbagai sektor.

“Pembangunan sejumlah proyek di Arab Saudi memperkuat posisi Waskita Karya sebagai perusahaan kontraktor yang telah berpengalaman selama 65 tahun mengerjakan lebih dari 100 infrastruktur dalam 10 tahun terakhir,” ujar Ermy.

Ke depan, Waskita berupaya memperluas portofolio proyek luar negeri, khususnya di Arab Saudi dan kawasan Timur Tengah. Perseroan menyiapkan sejumlah strategi, termasuk memperkuat kemitraan strategis untuk meningkatkan peluang mengikuti tender proyek infrastruktur di kawasan tersebut.

Read Entire Article
Politics | | | |