Viral Anggapan 'Kuliah Itu Scam', Salah Sistem atau Salah Ekspektasi?

2 days ago 7

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA - Media sosial belakangan ramai dengan anggapan bahwa kuliah itu scam atau sekadar “tipuan”. Narasi ini muncul dari pengalaman sebagian lulusan yang merasa sudah menghabiskan waktu dan biaya, tetapi hasil yang didapat belum sesuai ekspektasi. Mulai dari sulitnya mencari pekerjaan hingga ketidaksesuaian antara jurusan kuliah dan kebutuhan dunia kerja.

Isu tersebut kemudian viral dan kerap digeneralisasi seolah pendidikan tinggi tidak lagi relevan. Padahal, antara realita di lapangan dan narasi yang beredar di media sosial, terdapat banyak faktor yang perlu dilihat secara lebih jernih.

Persoalan perkuliahan tidak selalu sesederhana 'kuliah itu scam', melainkan bisa dipengaruhi oleh sistem pendidikan, kurikulum yang kurang adaptif, hingga ekspektasi yang tidak dibangun secara realistis sejak awal.

Menanggapi fenomena tersebut, Kepala Kampus UBSI (Universitas Bina Sarana Informatika) kampus Kaliabang, Muhamad Tabrani, menegaskan persoalan utama bukan pada konsep kuliahnya, melainkan pada cara pendidikan dijalankan dan bagaimana ekspektasi mahasiswa dibentuk.

“Kuliah bukan janji instan untuk langsung sukses. Kalau masuk kuliah dengan ekspektasi hasil cepat tanpa proses, di situlah masalah sering muncul. Pendidikan itu investasi jangka panjang,” katanya, Senin (2/2/2026).

Ia menambahkan, anggapan kuliah sebagai scam sering kali muncul ketika sistem pendidikan tidak selaras dengan kebutuhan industri atau ketika mahasiswa tidak dibekali keterampilan yang relevan dengan dunia kerja. Oleh karena itu, kampus dituntut untuk terus beradaptasi, sementara mahasiswa juga perlu memahami bahwa kuliah adalah proses membangun kompetensi, bukan sekadar mengejar ijazah.

UBSI sebagai Kampus Digital Kreatif yang telah terakreditasi Unggul mengambil pendekatan berbeda dengan menghadirkan biaya kuliah yang terjangkau dan dapat dicicil, kurikulum berbasis praktik, serta pilihan kelas karyawan bagi mahasiswa yang bekerja. Pendekatan ini dirancang agar pendidikan tetap terhubung dengan realita sosial dan ekonomi mahasiswa.

Selain itu, UBSI telah meraih akreditasi Unggul, yang menunjukkan bahwa kualitas pendidikan tidak selalu identik dengan biaya tinggi. Mahasiswa dibekali keterampilan praktis, pengalaman proyek, serta pemahaman teknologi yang dibutuhkan di dunia kerja saat ini.

Narasi bahwa kuliah adalah scam perlu disikapi secara kritis. “Pendidikan tinggi bukan jaminan hidup tanpa tantangan, tetapi menjadi proses membentuk pola pikir, keterampilan, dan kesiapan menghadapi masa depan. Dengan sistem yang tepat dan ekspektasi yang realistis, kuliah tetap relevan dan bernilai bagi generasi muda,” kata dia.

Read Entire Article
Politics | | | |