REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Di tengah ketegangan geopolitik yang memanas, Iran menunjukkan keteguhan dan ketahanannya dengan terus melanjutkan agenda pembangunan nasional. Meskipun berada dalam bayang-bayang ancaman militer, termasuk keberadaan Kapal Induk USS Abraham Lincoln beserta armada tempurnya di perairan regional, negara ini justru merespons dengan langkah-langkah strategis di bidang ekonomi dan diplomasi.
Pemerintah Iran menegaskan bahwa ancaman eksternal tidak akan menghentikan komitmen mereka untuk meningkatkan kemandirian nasional, ketahanan ekonomi, dan kesejahteraan rakyat, seraya menekankan bahwa keamanan kawasan adalah tanggung jawab bersama negara-negara di wilayah tersebut.
Keteguhan ini tercermin dalam peluncuran besar-besaran 120 proyek investasi strategis, tepat pada momentum peringatan Revolusi Islam. Langkah ini bukan hanya simbolis, melainkan bukti nyata bahwa Iran mampu menggerakkan sumber daya dalam negeri, melibatkan sektor swasta dan publik, serta menarik investasi domestik untuk mendorong pertumbuhan di tengah tekanan internasional.
Fokus pada sektor-sektor kritis seperti energi, pangan, perumahan, dan pertahanan menunjukkan prioritas pemerintah dalam membangun fondasi ekonomi yang tangguh dan tidak bergantung pada faktor eksternal.
Peringatan Revolusi Islam 1979 tahun ini dirayakan dengan semangat kebanggaan yang luar biasa di kalangan warga Iran. Perayaan "Puluh Fajr" tidak hanya menjadi momen refleksi historis, tetapi juga transformasi menjadi panggung untuk menunjukkan prestasi dan kemandirian bangsa di hadapan dunia, sebagaimana diberitakan IRNA.
Antusiasme masyarakat yang membanjiri jalan-jalan, mengibarkan bendera, dan menyuarakan slogan-slogan persatuan, mencerminkan keyakinan yang mendalam terhadap jalan yang dipilih negara mereka. Semarak perayaan ini memperkuat narasi bahwa revolusi bukanlah peristiwa masa lalu belaka, melainkan sebuah proses berkelanjutan yang hidup dalam setiap pencapaian dan ketahanan Iran di tengah segala tantangan.
Iran meresmikan 120 proyek investasi patungan yang mencakup sektor pertahanan, energi, perumahan, dan ketahanan pangan, bertepatan dengan peringatan revolusi Islam 1979.
Peringatan Revolusi Islam 1979 di Iran, biasa disebut "Puluh Fajr" (Sepuluh Fajar), adalah serangkaian acara selama sepuluh hari yang memperingati peristiwa-peristiwa kunci revolusi yang menggulingkan monarki Pahlevi dan mendirikan Republik Islam di bawah pimpinan Ayatollah Ruhollah Khomeini.

2 hours ago
3















































