REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ) mendorong mahasiswa baru untuk membangun kemampuan kepemimpinan diri dan mempersiapkan diri menghadapi perkembangan teknologi. Hal tersebut menjadi salah satu pembahasan dalam talkshow rangkaian Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) UMJ 2026 yang berlangsung di Auditorium K. H. Ahmad Azhar Basyir, Gedung Cendekia UMJ, Senin (21/9/2026).
Talkshow menghadirkan Deputy Director, Public Affairs Territory and Social Impacts, Grab Indonesia, Clarina Andreny, serta Dosen UMJ, Miftahul Ulum. Keduanya membahas kepemimpinan, kemampuan yang perlu dipersiapkan mahasiswa, hingga penggunaan Artificial Intelligence (AI) di tengah perubahan teknologi yang berlangsung cepat.
Clarina Andreny menyebut tiga kemampuan yang penting dipersiapkan generasi muda di tengah perubahan yang berlangsung cepat. Ketiganya diperlukan agar mahasiswa mampu mengembangkan keahlian, menyampaikan gagasan, dan bekerja bersama dalam menghadapi berbagai perubahan.
“Yang pertama adalah content mastery, artinya kita harus benar-benar memahami dan mendalami keahlian atau ilmu yang kita punya. Mungkin yang kedua itu adalah clear communication, dan yang terakhir collaboration,” jelas Clarina.
Selanjutnya, Clarina menjelaskan penerapan Agile leadership melalui prinsip yang diterapkan di Grab. Ia menyebut heart sebagai kemampuan untuk memahami dan berempati terhadap persoalan yang ingin diselesaikan, sedangkan humanity mendorong seseorang untuk terus belajar dan menyadari hal-hal yang masih perlu diperbaiki.
“Ketika kita punya heart, kita bisa benar-benar memahami ini sebenarnya apa sih permasalahannya. Yang kedua adalah humanity, ketika kita punya humanity kita ingin terus belajar karena era yang sangat cepat,” tutur Clarina.
Dalam pengambilan keputusan, Clarina juga membahas pemanfaatan AI di tengah banyaknya informasi yang tersedia. Menurutnya, teknologi tersebut dapat membantu proses pengambilan keputusan, tetapi masukan dari berbagai pihak tetap diperlukan agar keputusan yang dihasilkan tidak hanya cepat, tetapi juga tepat.
Sementara itu, Miftahul Ulum yang juga menjabat sebagai Kepala Kantor Kemitraan dan Reputasi Global (KKRG) UMJ, menekankan bahwa mahasiswa perlu memulai kepemimpinan dari diri sendiri. Ia mengaitkan kemampuan tersebut dengan proses evaluasi dan kedisiplinan yang perlu dibangun sejak awal kehidupan sebagai mahasiswa.
“Teman-teman mau setidaknya memimpin diri sendiri dulu. Saat ini di PKKMB ini, di hari pertama tadi, dengan bermentalkan dan bersemangat menjadi seorang pemimpin, coba melakukan bahwa teman-teman mau setidaknya memimpin diri sendiri dulu,” ujar Ulum.
Ulum juga membahas pentingnya mengombinasikan hard skill dan soft skill selama menjalani perkuliahan. Ia menjelaskan bahwa mahasiswa dapat mengembangkan keduanya melalui kegiatan kurikuler, kokurikuler, dan ekstrakurikuler yang kemudian dapat diarahkan pada organisasi, prestasi, serta kegiatan sosial.
“Tidak untuk diseimbangkan, tetapi untuk dikombinasikan untuk bisa mengoptimalkan peran-peran adik-adik masing-masing, baik di organisasi ataupun itu untuk mencapai prestasi yang terbaik,” ungkap Ulum.
Lebih lanjut, Ulum menekankan pentingnya menempatkan AI sebagai alat yang digunakan manusia. Ia mendorong mahasiswa untuk terus belajar dan membaca agar mampu memahami serta memverifikasi informasi yang diperoleh dari AI.
Talkshow tersebut merupakan salah satu agenda PKKMB UMJ 2026 yang diikuti 2.023 mahasiswa baru dari total 4.100 mahasiswa baru UMJ 2026. Kegiatan tersebut turut didukung oleh You C 1000, Grab, Light+ by Wardah, dan Kopi Gajah.

58 minutes ago
2
















































