REPUBLIKA.CO.ID, DEPOK, – Universitas Indonesia (UI) mendorong optimalisasi hilirisasi komoditas kopi hanjeli (Coix lacrymajobi L.) menjadi produk bernilai tambah dengan melakukan inovasi kemasan yang menarik. Langkah ini diambil untuk memperkuat daya saing produk lokal asal Sukabumi di pasaran yang lebih luas.
Ketua Tim Pengabdian Kepada Masyarakat (Pengmas) Fakultas Farmasi UI (FFUI), Prof. Berna Elya, di Depok, Jawa Barat, Senin (21/9), menekankan pentingnya pengembangan kemasan sebagai langkah krusial dalam hilirisasi produk kopi hanjeli. Menurutnya, kemasan bukan sekadar pelindung, melainkan juga strategi branding agar produk dikenal luas.
"Kemasan memiliki peranan penting tidak hanya sebagai pelindung isi produk, tapi juga menjadi identitas merek dan wadah untuk menyampaikan nilai serta karakter produk kepada konsumen," jelas Prof. Berna. Ia menambahkan, pengembangan produk tidak berhenti pada menghasilkan minuman olahan, tetapi juga bagaimana produk tersebut memiliki identitas dan daya tarik.
Libatkan Masyarakat dalam Desain Kemasan
Kegiatan yang dilandasi pendekatan living lab ini melibatkan Tim Pengmas FFUI bersama mitra yang terdiri dari komunitas petani, UMKM, dan masyarakat Desa Wisata Hanjeli. Mereka bersama-sama mengeksplorasi desain kemasan yang merepresentasikan karakter kopi hanjeli sebagai produk pangan lokal Sukabumi.
Proses ini merupakan bagian dari tahapan iterasi pengembangan produk, di mana desain kemasan disempurnakan berdasarkan masukan mitra dan hasil uji produk. Branding awal yang mencakup nama, logo, dan desain kemasan dirancang untuk mendukung kesiapan produk memasuki pasar, termasuk segmen pasar oleh-oleh dan kafe.
"Kami berharap masyarakat dan UMKM dapat melihat bahwa komoditas lokal memiliki peluang untuk dikembangkan menjadi produk yang lebih bernilai dan berdaya saing," ujar Prof. Berna.
Dukung Kemandirian Ekonomi Lokal
Pengembangan kemasan merupakan salah satu bagian dari rangkaian program pengembangan kopi hanjeli. Tahapan program mencakup analisis kondisi awal, penyusunan desain proses, pengembangan prototipe, uji pengguna, iterasi, hingga finalisasi produk. Dalam tahap lanjut, kemasan akan diselaraskan dengan standar produksi dan kebutuhan pasar.
Kegiatan ini juga memperkuat peran masyarakat dan UMKM sebagai bagian dari ekosistem inovasi. Pendekatan program menempatkan mitra bukan hanya sebagai penerima hasil riset, tetapi sebagai aktor yang memiliki kapasitas mengembangkan dan mengelola produk hanjeli secara mandiri.
Ke depan, branding kopi hanjeli diarahkan untuk mendukung model usaha seperti Café Kopi Hanjeli dan pemasaran produk sebagai oleh-oleh khas Sukabumi. Melalui pengabdian masyarakat ini, UI menegaskan komitmennya dalam mengakselerasi hilirisasi komoditas lokal menjadi produk bernilai tambah, sekaligus memperkokoh posisinya sebagai universitas unggulan yang menghadirkan inovasi nyata bagi masyarakat.
Konten ini diolah dengan bantuan AI.
sumber : antara

1 hour ago
2

















































