REPUBLIKA.CO.ID, LAMPUNG -- Transformasi Grand Mall menjadi Lippo Mall Lampung dinilai bukan sekadar pergantian nama dan tenant, tetapi bagian dari dinamika sektor ritel yang berperan penting dalam menjaga daya beli masyarakat di daerah.
Di tengah tekanan ekonomi global dan fluktuasi harga komoditas, konsumsi rumah tangga tetap menjadi penopang utama pertumbuhan ekonomi nasional. Dalam struktur produk domestik bruto (PDB) Indonesia, konsumsi rumah tangga berkontribusi lebih dari 50 persen terhadap pertumbuhan ekonomi. Artinya, keberlanjutan aktivitas belanja masyarakat menjadi faktor kunci stabilitas ekonomi daerah.
Ekspansi tenant dan masuknya lebih dari 80 merek baru di Lippo Mall Lampung sepanjang 2026 mencerminkan keyakinan pelaku usaha terhadap potensi pasar Lampung. Kehadiran merek nasional dan global di daerah juga memperluas akses masyarakat terhadap produk dengan variasi harga yang lebih kompetitif.
Chief Operation Officer Lippo Malls Indonesia, Eddy Mumin, menyebut pembukaan tenant baru dilakukan secara bertahap mulai Juni 2026. Menurutnya, respons positif masyarakat terhadap sejumlah event awal menunjukkan optimisme terhadap pertumbuhan ritel di Lampung.
"Dari sisi ekonomi daerah, penguatan sektor ritel memiliki efek berganda (multiplier effect). Aktivitas pusat perbelanjaan mendorong penyerapan tenaga kerja, meningkatkan peluang bagi UMKM lokal untuk masuk dalam rantai pasok, serta memperkuat sektor jasa seperti logistik, transportasi, dan perhotelan," kata Eddy.
Selain itu, keberadaan tenant food & beverage, fesyen, hingga hiburan seperti CGV dan Playtopia memperluas pilihan konsumsi rumah tangga. Variasi pilihan tersebut dinilai dapat membantu menjaga ritme belanja masyarakat agar tetap stabil, terutama di kota-kota penyangga pertumbuhan baru seperti Lampung.
"Momentum ini sekaligus memperkuat posisi Lampung sebagai destinasi yang semakin atraktif, serta berpotensi meningkatkan daya tarik bagi masyarakat dari kota-kota sekitar untuk berkunjung lebih sering ke Lampung.” kata Eddy.
Dari sisi fesyen, merek seperti Adidas, Birkenstock, Foot Locker, Converse, hingga Skechers akan melengkapi komposisi tenant. Sementara di segmen hiburan, CGV telah beroperasi dan wahana permainan keluarga seperti Playtopia akan menyusul.
Pengelola menyebut sekitar 25 persen dari total merek yang masuk merupakan brand yang baru pertama kali membuka gerai di Lampung. Pembukaan tenant dilakukan secara bertahap sepanjang tahun ini.
Ekspansi ritel ini diharapkan tidak hanya memperkaya pilihan konsumen, tetapi juga mendorong aktivitas ekonomi lokal melalui peningkatan trafik pengunjung, penciptaan lapangan kerja, serta keterlibatan pelaku usaha daerah dalam ekosistem pusat perbelanjaan.

2 hours ago
3















































