Telan Rp11 Miliar, Kampung Nelayan Modern Mataram Rampung Mei 2026

2 hours ago 3

Foto udara perahu bersandar di dekat proyek pembangunan kampung nelayan di Tanjung Kait, Kabupaten Tangerang, Banten, Selasa (30/9/2025). Presiden Prabowo Subianto menyatakan program pembangunan 100 desa nelayan telah berjalan dan ditargetkan bertambah hingga mencapai 2.000 desa guna meningkatkan ekonomi rakyat khususnya nelayan.

REPUBLIKA.CO.ID, MATARAM – Proyek ambisius pembangunan Kampung Nelayan Modern (Kamo) atau Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) di Kelurahan Bintaro, Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB), menunjukkan progres signifikan. Hingga pekan ini, pengerjaan fisik tercatat telah mencapai 10,98 persen dan ditargetkan rampung sepenuhnya pada Mei 2026.

Proyek yang didanai oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) senilai Rp 11 miliar ini sempat mengalami penyesuaian desain. Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) KNMP Bintaro, Diana Santiani Irawan, mengungkapkan adanya instruksi langsung dari Presiden dan Menteri KKP untuk mengubah material atap bangunan guna menonjolkan aspek estetika dan kearifan lokal.

"Awalnya direncanakan menggunakan atap seng, namun sesuai instruksi Presiden, diganti menggunakan genteng tanah liat. Meski ini memerlukan struktur baja yang lebih kuat dan berat, total anggaran tetap di kisaran Rp 11 miliar melalui mekanisme penyesuaian pekerjaan," ujar Diana usai rapat di Kantor Wali Kota Mataram, Jumat (20/2/2026).

Diana menjelaskan, KNMP Bintaro mengusung konsep kawasan terintegrasi untuk mendongkrak kesejahteraan nelayan lokal. Fasilitas yang tengah dibangun mencakup infrastruktur dasar seperti jalan lingkungan, drainase, sistem sanitasi (septic tank), hingga pagar kawasan. Selain itu, kawasan ini akan dilengkapi dengan sarana ekonomi vital seperti gudang beku (cold storage), pabrik es, kios perbekalan, bengkel nelayan, serta pasar ikan higienis.

"Pekerjaan di lapangan saat ini masih fokus pada struktur bawah, fondasi, serta penataan lahan. Kami optimistis proyek berjalan tepat waktu karena kategorinya bukan bangunan bertingkat yang rumit," tambahnya.

Sementara itu, pengerjaan khusus untuk pasar ikan higienis akan menjadi tanggung jawab Pemerintah Kota Mataram. Plt Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kota Mataram, Irwan Harimansyah, menambahkan bahwa ke depan kawasan terpadu ini tidak hanya menjadi pusat ekonomi murni, tetapi juga diproyeksikan sebagai destinasi wisata kuliner seafood unggulan di Mataram.

sumber : Antara

Read Entire Article
Politics | | | |