REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Media Israel melaporkan bahwa Tentara Nasional Indonesia (TNI) akan menjadi prajurit perdamaian internasional pertama yang akan diberangkatkan ke Jalur Gaza, Palestina.
Menanggapi berita tersebut, Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Ahmad Fahrur Rozi yang akrab disapa Gus Fahrur mengatakan, setuju dengan langkah TNI ke Gaza, karena itu sejalan dengan pembukaan UUD 1945 untuk ikut melaksanakan ketertiban dunia dan sebagai bentuk nyata solidaritas Indonesia untuk Palestina.
"Pengiriman pasukan TNI di bawah mandat PBB diharapkan akan memperkuat posisi Indonesia sebagai pemain kunci dalam diplomasi global dan menunjukkan kepemimpinan Presiden Prabowo di kancah internasional," kata Gus Fahrur kepada Republika, Selasa (10/2/2026)
Gus Fahrur mengatakan, pasukan TNI Brigade Komposit yang fokus pada medis dan konstruksi mungkin lebih tepat dikirim ke Gaza. Karena rakyat Gaza kini lebih membutuhkan bantuan pemulihan infrastruktur dan kesehatan daripada tambahan pasukan tempur.
Di tempat terpisah, Wakil Ketua Umum MUI, KH Muhammad Cholil Nafis menyampaikan kepada TNI selamat bertugas sebagai pasukan keamanan. Jangan sampai menjadi pasukan yang berhadapan dengan pejuang kemerdekaan Palestina.
"(TNI) jangan sampai menjadi pasukan yang berhadapan dengan pejuang kemerdekaan Palestina, mudah-mudahan sukses mendamaikan dan kembali ke Tanah Air dengan sukses," kata Kiai Cholil kepada Republika, Selasa (10/2/2026)
Lembaga penyiaran Israel melaporkan persiapan telah dimulai untuk kedatangan ribuan tentara Indonesia ke Jalur Gaza untuk bekerja dalam pasukan stabilisasi internasional, yang termasuk dalam rencana Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump untuk mengakhiri perang Israel di Gaza.
Radio Israel, dikutip Aljazeera, Selasa (10/2/2026), mengatakan dalam laporannya pada Senin kemarin, persiapan di lapangan untuk menampung tentara Indonesia di Gaza, yang akan digabungkan ke dalam pasukan stabilisasi internasional, telah dimulai.
Tanggal kedatangan pasukan tersebut belum ditentukan, tetapi pasukan asing pertama yang diperkirakan akan tiba di Gaza adalah dari Indonesia.
Badan tersebut menjelaskan, sebuah wilayah di selatan Jalur Gaza, antara kota Rafah dan Khan Yunis, telah disiapkan untuk menerima pasukan Indonesia.
Janji Presiden Prabowo
Sebelumnya, MUI menginformasikan bahwa Presiden Prabowo Subianto menyampaikan sejumlah janji dalam pertemuan dengan para ulama dari ormas-ormas dan pesantren. Presiden Prabowo dalam pertemuan itu menegaskan bahwa Indonesia akan menarik diri dari Dewan Perdamaian atau Board of Peace (BoP) jika bertentangan dengan prinsip Indonesia dan perjuangan kemerdekaan Palestina.
Kiai Cholil mengatakan bahwa dalam pertemuan dengan Presiden Prabowo, MUI minta jangan sampai pengiriman pasukan dari Indonesia ke Palestina khususnya ke Gaza hanya untuk memukul Hamas, dan memukul para pejuang kemerdekaan Palestina.
"Nah Presiden (Prabowo) berjanji bahwa pasukan yang dikirim adalah pasukan perdamaian, tidak akan melakukan penyerangan apalagi pemukulan terhadap para pejuang kemerdekaan Palestina termasuk juga kepada Hamas, beliau berjanji itu, ini hanya pasukan perdamaian saja," kata Kiai Cholil kepada Republika, Selasa (3/2/2026) malam.
Kiai Cholil menambahkan, Presiden Prabowo juga akan melakukan perbaikan dari dalam Dewan Perdamaian. Karena itu, di BOP boleh tidak melakukan atau abstain terhadap kegiatan yang tidak sesuai dengan pendapat dari negara itu.
"Beliau (Presiden Prabowo) berjanji akan keluar dari BoP (Dewan Perdamaian) kalau memang ini bertentangan dengan prinsip Indonesia, prinsip dengan perjuangan untuk kemerdekaan Palestina itu," ujar Kiai Cholil.
Kiai Cholil mengatakan, maka mari bersama-sama melihat ke depan seperti apa perkembangan berikutnya, karena Dewan Perdamaian baru tanda tangan tapi belum efektif untuk bekerja.
"Kita berikan waktu kepada Presiden (Prabowo) bagaimana bisa berbuat lebih baik di dalam, tapi kalau memang tidak bisa berbuat maslahat di dalam (BoP), sebagaimana janji presiden kami menuntut (Indonesia) untuk keluar dari BoP," ujar Kiai Cholil.

3 hours ago
6















































