Tips Liburan Aman: Imbauan IDAI Cegah Darurat Medis Anak Saat Traveling

1 day ago 5

Suasana di dalam pesawat (Ilustrasi). IDAI mengimbau kepada seluruh masyarakat, khususnya orang tua yang akan melakukan perjalanan jauh bersama bayi dan anak, untuk selalu mempersiapkan diri dengan memeriksakan kondisi kesehatan anak sebelum bepergian.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Berpergian jauh atau traveling bersama buah hati memang menjadi momen yang menyenangkan untuk membangun kedekatan keluarga. Namun, di balik keceriaan tersebut, risiko kesehatan anak sering kali menjadi tantangan yang tidak terduga.

Perubahan cuaca, kelelahan, hingga paparan virus di tempat umum dapat memicu kondisi kesehatan yang menurun secara drastis. Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) mengimbau orang tua untuk selalu mengantisipasi kemungkinan terjadinya keadaan darurat medis selama perjalanan. Kesiapan orang tua dalam mendeteksi gejala awal dan menyediakan perlengkapan medis darurat menjadi kunci utama agar liburan tidak berubah menjadi drama medis yang mengkhawatirkan.

"IDAI mengimbau kepada seluruh masyarakat, khususnya orang tua yang akan melakukan perjalanan jauh bersama bayi dan anak, untuk selalu mempersiapkan diri dengan memeriksakan kondisi kesehatan anak sebelum bepergian," kata Ketua Umum IDAI Piprim Basarah Yanuarso dalam rekaman video yang dibagikan di Jakarta pada Senin (2/2/2026).

Dia juga menganjurkan orang tua untuk mempersiapkan berbagai keperluan anak, termasuk obat-obatan pribadi yang dibutuhkan, sebelum melakukan perjalanan jauh bersama anak. Selain itu, menurut dia, orang tua sebaiknya mempelajari prosedur untuk meminta pertolongan darurat medis saat menggunakan sarana transportasi.

Anak yang mengalami kondisi darurat medis dalam perjalanan, ia menjelaskan, membutuhkan tindakan yang cepat dan tepat dari dokter. Piprim menyampaikan apresiasi kepada Dr. dr. Erli Meichory Viorika, Sp.A, anggota IDAI Cabang Bengkulu yang memberikan pertolongan pertama pada bayi berusia 22 bulan yang kejang di pesawat Citilink QG 990 rute Jakarta-Bengkulu pada Mei 2025.

"Ini merupakan refleksi langsung dari komitmen profesi dokter anak yang siap membantu dalam situasi apapun sesuai dengan sumpah dan etik kedokteran, meskipun berada di luar lingkungan klinis formal," katanya.

IDAI juga mengapresiasi maskapai Citilink Indonesia yang segera memfasilitasi pemberian pertolongan medis ketika ada anak penumpang pesawat yang mengalami kondisi darurat di dalam pesawat pada 4 Mei 2025.

Corporate Secretary & CSR Group Head PT Citilink Indonesia Tashia Scholz dalam keterangan persnya pada Ahad (1/2/2026) menyampaikan bahwa penerbangan pesawat itu dilanjutkan setelah anak yang kejang mendapat pertolongan medis dan kondisinya stabil. "Berkat penanganan yang cepat dan tepat, dokter yang turut dalam penerbangan Citilink tersebut menyatakan bahwa kondisi bayi telah kembali stabil dan layak untuk melanjutkan penerbangan, serta orang tua bayi juga menyatakan keinginan untuk tetap melanjutkan penerbangan menuju Bengkulu," katanya.

sumber : Antara

Read Entire Article
Politics | | | |