Tawakal dalam Urusan Rezeki

3 hours ago 7

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ketahuilah, bahwa tawakal kepada Allah dalam urusan rezeki tidak menafikan adanya sebab (ikhtiar) atau faktor datangnya rezeki. Hal ini telah diisyaratkan oleh Rasulullah SAW salam haditsnya.

يُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا اللَّهَ وَأَجْمِلُوا فِى الطَّلَبِ

Wahai umat manusia, bertakwalah engkau kepada Allah, dan carilah rezeki dengan cara yang baik. (HR Daud)

Menurut Syekh Ibnu Athaillah As Sakandari dalam kitab At Tanwir menjelaskan, Rasulullah SAW membolehkan manusia mencari rezeki. Bila mencari rezeki dapat menafikan tawakal, tentu mencari rezeki tidak diperbolehkan.

Sebab, Rasulullah SAW tidak mengucapkan "Janganlah kalian mencari rezeki" tetapi mengatakan, "Carilah rezeki dengan cara yang baik."

Seakan-akan Rasulullah SAW mengatakan, "Jika kalian mencari rezeki carilah dengan cara yang baik. Dalam bekerja, tetaplah menjaga etika dan menyerahkan pada Allah."

Rasulullah SAW membolehkan bekerja atau usaha mencari rezeki. Karena, mencari rezeki merupakan bagian dari asbab (penyebab).

Rasulullah pernah bersabda:

مَا أَكَلَ أَحَدٌ طَعَامًا قَطُّ خَيْرًا مِنْ أَنْ يَأْكُلَ مِنْ عَمَلِ يَدِهِ

Tidak ada seseorang yang memakan satu makanan pun yang lebih baik dari makanan hasil usaha tangannya (bekerja) sendiri. (HR Bukhari)

Dan, masih banyak lagi hadits yang mendorong untuk bekerja mencari rezeki. Tetapi dalam batasan sebagai bekal (untuk akhirat) dan sesuai dengan ajaran sunnah.

Read Entire Article
Politics | | | |