Survei: Rakyat Keluhkan Ekonomi Tapi Puas dengan Pemerintah

4 hours ago 6

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- JAKARTA -- Lembaga survei Indikator pada Ahad (8/2/2026) merilis hasil survei terkini terkait kinerja Presiden Prabowo Subianto. Peneliti Indikator bertanya kepada 1.220 responden pertanyaan-pertanyaan penting seputar kinerja pemerintah, kepercayaan pada lembaga negara, dan program Makan Bergizi Gratis. Hasilnya, menurut Indikator, tingkat kepuasan pada Presiden Prabowo Subianto mencapai 79,9 persen!

Indikator menggelar survei nasional pada 15-21 Januari 2026 dengan model multistage random sampling di seluruh provinsi di Indonesia. Survei dilakukan dengan tatap muka, bukannya via online maupun telepon. Dari proses ini Direktur Eksekutif Indikator Burhanuddin Muhtadi mengatakan surveinya memiliki toleransi kesalahan sebesar plus minus 2,9 persen.

Menarik melihat lagi sejumlah poin utama survei yang terkait dengan kepuasan maupun ketidakpuasan publik atas kinerja pemerintah. Yang menjadi catatan utama Indikator memang pertanyaan terkait persepsi responden atas Presiden Prabowo.

Dalam pertanyaan 'Secara umum, apakah sejauh ini ibu/bapak sangat puas, cukup puas, kurang puas, atau tidak puas sama sekali dengan kerja Presiden Prabowo Subianto? Yang menjawab sangat puas ada 13 persen responden, kemudian cukup puas 66,9 persen responden, sementara yang kurang puas dan tidak puas sama sekali ada 17,1 persen dan 2,2 persen responden.

Pertanyaan selanjutnya dari Indikator adalah: Alasan puasnya apa? Lima jawaban teratas adalah puas karena: memberantas korupsi, sering memberi bantuan, program kerja bagus, kinerja bagus sudah ada bukti, tegas berwibawa berani, dan ada program MBG.

Sementara lima jawaban terbawah, yang paling sedikit dipersepsikan adalah: Melanjutkan program Jokowi, mengayomi masyarakat, memajukan pertanian, jujur amanah bersih dari korupsi, utang negara tidak berkurang.

Melihat jawaban ini tentu menarik bila kita bandingkan dengan sejumlah pertanyaan lain dan tingkat kepuasan responden di survei yang sama. Apakah kepuasan maupun ketidakpuasan itu bisa dilihat konsisten.

Misal dalam pertanyaan soal kondisi ekonomi sebagai berikut: Bagaimana Ibu/Bapak melihat keadaan ekonomi nasional pada umumnya sekarang? Yang menjawab sangat baik dan baik adalah 3,6 persen dan 31,9 persen. Sedangkan yang menjawab buruk dan sangat buruk ada 21,4 persen dan 2,7 persen. Di tengah itu, responden yang menjawab sedang adalah yang terbanyak yakni 39,4 persen.

Memang, mengacu pada pertanyaan 'puas' 'tidak puas' berbeda dengan kondisi ekonomi 'baik' 'buruk'. Namun pola jawaban responden yang menunjukkan ketidakpuasan tetap tinggi di pertanyaan: Menurut Ibu/Bapak mana masalah paling mendesak yang harus diselesaikan pemimpin nasional lima tahun ke depan? Lima jawaban terbanyak yang dipilih responden adalah: mengendalikan harga kebutuhan pokok (27,4 persen), pemberantasan korupsi (20,2 persen), menyediakan lapangan kerja/pengangguran (17,6 persen), mengurangi kemiskinan (10,9 persen), dan masalah keamanan/ketertiban (3,7 persen).

Dari lima jawaban ini, yang terkait dengan kondisi ekonomi bila diakumulasikan pilihan responden mencapai mencapai 50 persen lebih!

Di pertanyaan lain, mayoritas responden juga memperlihatkan ketidakpuasan mereka soal kondisi ekonomi. Seperti dalam pertanyaan: Apakah Ibu/Bapak melihat harga-harga kebutuhan pokok sekarang ini menjadi jauh lebih tidak terjangkau, lebih tidak terjangkau, tidak ada perubahan, lebih terjangkau, atau jauh lebih terjangkau dibanding tahun lalu? Sebanyak 45,3 persen merasa harga kebutuhan pokok sekarang ini jadi 'mahal'.

Publik yang menjawab harga jauh lebih tidak terjangkau dan lebih tidak terjangkau sebanyak 8,1 persen dan 37,2 persen. Sedangkan yang menjawab tidak ada perubahan sebanyak 37,3 persen. Hanya 14,2 persen yang merasa harga sembako saat ini terjangkau.

Di pertanyaan alasan puas dengan kinerja Presiden Prabowo, misalnya, hanya 2,2 persen responden puas atas ekonomi membaik. Lebih kecil lagi, hanya 0,8 persen responden menjawab harga sembako murah saat ini. Bahkan hanya 0,1 persen responden menjawab Presiden menyejahterakan rakyat, pemerataan pendapatan, maupun mengurangi kemiskinan.

Read Entire Article
Politics | | | |