Tak Ikut Perang Harga, AHM Andalkan Ekosistem Motor Listrik

4 hours ago 5

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Di tengah gempuran motor listrik (molis) berharga terjangkau, terutama produk asal China, PT Astra Honda Motor (AHM) memilih strategi untuk tidak terjebak dalam persaingan harga. Wakil Presiden Direktur Eksekutif AHM Thomas Wijaya mengatakan strategi pabrikan asal Jepang tersebut berfokus pada pemenuhan kebutuhan konsumen melalui kualitas produk, aspek keamanan, serta kesiapan ekosistem motor listrik di Indonesia.

Hal itu disampaikan Thomas di Jakarta, Senin (9/2/2026). “Kami melihat pada akhirnya tidak hanya sekadar produk, tetapi juga bagaimana kami mempersiapkan jaringan after sales (purnajual), kemudian spare part (suku cadang), serta ekosistemnya,” kata Thomas.

AHM menilai tantangan utama elektrifikasi bukan semata menghadirkan produk, melainkan memastikan konsumen merasa aman, nyaman, dan mudah dalam penggunaan motor listrik untuk kebutuhan sehari-hari.

“Bagaimana kami tidak hanya menjual produk, tetapi juga memberikan rasa aman dan nyaman, baik dari sisi ekosistem maupun purnajual,” ujar Thomas.

Dari sisi infrastruktur, AHM melihat kebutuhan konsumen Indonesia yang beragam, antara penggunaan motor listrik dengan sistem pengisian daya (charging) dan penukaran baterai (swap). Perbedaan perilaku tersebut menjadi perhatian utama perusahaan dalam menghadirkan pilihan produk sekaligus membangun ekosistem yang sesuai.

AHM menegaskan pendekatan berorientasi konsumen dengan menitikberatkan pada aspek keamanan, kenyamanan, serta kemudahan penggunaan. Tujuannya agar konsumen motor listrik Honda dapat berkendara tanpa rasa khawatir dan menikmati pengalaman berkendara secara optimal.

Dalam dua hingga tiga tahun terakhir, AHM telah menghadirkan empat model motor listrik, mulai dari Honda EM1 e: hingga CUV e:. Produk-produk tersebut dipasarkan pada kisaran harga Rp 28 juta hingga mendekati Rp 60 juta.

Sementara itu, pasar motor listrik di Indonesia diisi beragam produk, mulai dari segmen entry level dengan harga sekitar Rp 6 juta hingga segmen lebih tinggi pada kisaran Rp 15 juta sampai Rp 50 juta.

Pada 2025, AHM mencatat volume penjualan motor listrik di kisaran 15.000–16.000 unit dalam satu tahun penuh. Capaian tersebut dipandang AHM sebagai bagian dari proses pembelajaran untuk memahami perilaku konsumen serta kebutuhan pasar elektrifikasi di Indonesia.

sumber : ANTARA

Read Entire Article
Politics | | | |