Sudah Selesai Dibangun tapi Jembatan di Garut tak Bisa Dipakai, Warga Terpaksa Lewat Jembatan Reot

2 hours ago 4

Jembatan viral di Kabupaten Garut, Jawa Barat yang diduga mangkrak dan belum bisa digunakan.

REPUBLIKA.CO.ID, KABUPATEN GARUT -- Sebuah jembatan yang berada di pedalaman Kabupaten Garut, Jawa Barat menyita perhatian usai viral di media sosial. Jembatan permanen itu baru dibangun namun belum bisa digunakan. Warga masih menggunakan jembatan gantung yang sudah lapuk dan cukup membahayakan.

Dalam video yang viral di media sosial seperti diunggah akun Tiktok Umi Dewi Fitri, memperlihatkan dua buah jembatan yang membentang di atas sebuah sungai. Akun itu mengupas jembatan baru namun belum bisa digunakan karena ternyata belum rampung sepenuhnya.

Pada bagian ujungnya belum dilengkapi dengan jalan pendekat jembatan atau oprit sehingga tidak bisa dilalui kendaraan. Warga pun terpaksa masih menggunakan jembatan gantung yang nampak sudah tua dan cukup membahayakan.

"Jembatan sebelahnya udah dibangun tapi tetep aja pake jembatan yang satu ini (jembatan gantung). Malah ini motor, anak sekolah pada lewat sini (jembatan gantung). Lihat jembatan yang baru dibangunnya di sebelah itu udah bagus banget tapi hampir dua tahun kagak dipake, tetep aja pake ini. Karena apa coba? Karena pas ujung jembatannya kagak diselesain," kata narasi suara dalam video tersebut seperti dikutip Republika, Senin (9/2/2026).

Setelah ditelusuri, jembatan itu berada di Desa Gunamekar, Kecamatan Bungbulang, Kabupaten Garut. Jembatan itu merupakan akses tercepat mobilitas warga dari Desa Gunamekar menuju Desa Bungbulang maupun sebaliknya. Jembatan itu dibangun 2023 di era Rudy Gunawan ketika menjabat Bupati Garut.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Garut, Agus Ismail mengungkap penyebab belum rampungnya jembatan tersebut. Dia mengatakan, belum dilanjutkannya jalan pendekat jembatan itu dikarenakan adanya permasalahan lahan antara pihak desa dengan warga setempat.

"Kendalanya masalah lahan, itu kan jalan desa. Makanya kan beberapa tahun terkendala belum ada kesepakatan antara desa dengan warga soal lahan yang nanti digunakan oleh jalan," ungkap Agus.

Dia mengatakan, dalam kesepakatan awal pihak desa setempat akan menyelesaikan permasalahan lahan yang akan digunakan untuk penunjang jembatan itu. "Iya lahan warga. Makannya disepakati jembatan permanen dengan apsek jalan diselesaikan desa dengan masyarakat dan sudah setuju tapi setelah beres (jembatannya) muncul permasalahan," kata Agus. 

Read Entire Article
Politics | | | |