Skandal Georgia AS: Departemen Polisi Bubar Usai Berani Tegur Istri Wali Kota

2 hours ago 4

REPUBLIKA.CO.ID, GEORGIA — Wali Kota Cohutta, kota kecil di negara bagian Georgia, membubarkan seluruh departemen kepolisian setempat dan memecat seluruh personelnya setelah muncul perselisihan terkait keluhan polisi terhadap istrinya.

Laporan WDEF menyebut Wali Kota Cohutta Ron Shinnick menutup Departemen Kepolisian Cohutta dan memberhentikan seluruh 10 pegawai kepolisian pada Rabu waktu setempat.

Sebuah pengumuman ditempel di pintu kantor polisi yang berbunyi bahwa departemen kepolisian telah dibubarkan dan seluruh personel diberhentikan.

Belum diketahui apakah para pegawai telah menerima pemberitahuan sebelum keputusan itu diumumkan atau apakah mereka baru mengetahui pemecatan saat datang bekerja.

Langkah tersebut secara efektif membuat kota berpenduduk sekitar 1.000 jiwa itu tidak lagi memiliki aparat kepolisian sendiri dan memunculkan pertanyaan mengenai kepemimpinan, dugaan balas dendam politik, serta keamanan publik.

“Mereka tetap akan menerima gaji. Kami bukan seperti itu, dan saya menghargai pelayanan mereka. Tetapi sudah waktunya perubahan,” kata Shinnick saat dimintai komentar mengenai keputusannya.

Perselisihan bermula bulan lalu ketika sejumlah polisi mengajukan keluhan resmi terhadap mantan panitera kota, Pat Shinnick, yang juga merupakan istri wali kota.

Pat Shinnick sebelumnya diberhentikan dari jabatannya karena diduga menciptakan lingkungan kerja yang tidak kondusif. Namun menurut laporan para polisi, meski telah dipecat, ia disebut masih bekerja dan tetap memiliki akses terhadap data pribadi warga Cohutta, sebagaimana diberitakan Fox News pada Jumat (8/5/2026).

Setelah keluhan tersebut muncul, Wali Kota Ron Shinnick, Kepala Polisi Greg Fowler, dan pengacara kota Brian Rayburn sempat menggelar konferensi pers dan menyatakan persoalan telah diselesaikan melalui dialog terbuka dan mediasi.

Namun hanya sepekan kemudian, seluruh departemen kepolisian justru dibubarkan.

Mantan Sersan Jeremy May menuding keputusan itu bermotif pribadi.

Read Entire Article
Politics | | | |