Calon Mahasiswa Kedokteran Harus Punya Disiplin dan Empati

1 hour ago 4

Ilustrasi mahasiswa fakultas kedokteran beraktivitas.

REPUBLIKA.CO.ID, TANGERANG — Pelajar yang ingin melanjutkan pendidikan di bidang kedokteran tidak hanya dituntut unggul secara akademik, tetapi juga harus memiliki disiplin, kemampuan komunikasi, dan empati dalam memperlakukan pasien.

Sekretaris Program Studi Sarjana Kedokteran Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya, Dr. Ecie Budiyanti, mengatakan profesi dokter merupakan pekerjaan mulia yang membutuhkan komitmen serta ketekunan tinggi karena proses pendidikan yang panjang dan tidak mudah.

“Menjadi dokter itu bukan hanya soal ilmu, tetapi bagaimana memperlakukan manusia dengan baik. Motivasi dan komitmen yang kuat menjadi modal utama karena perjalanan pendidikan kedokteran membutuhkan konsistensi,” kata Ecie di Tangerang, Banten, Sabtu.

Ia menjelaskan calon mahasiswa kedokteran perlu mempersiapkan diri secara matang, baik dari sisi akademik maupun mental sebelum memasuki dunia pendidikan medis.

Menurut dia, penguasaan mata pelajaran biologi dan kimia menjadi syarat penting karena keduanya merupakan fondasi utama dalam studi kedokteran.

Selain itu, kesiapan mental juga dinilai penting mengingat pendidikan kedokteran memerlukan waktu panjang dengan tekanan akademik yang tinggi.

“Calon dokter harus memiliki motivasi dan komitmen yang jelas. Tanpa itu, proses pendidikan akan terasa berat dijalani,” ujarnya.

Dalam proses seleksi mahasiswa kedokteran, kata dia, terdapat tiga aspek utama yang dinilai, yakni kemampuan akademik, kemampuan kognitif, dan aspek personal.

Kemampuan akademik berkaitan dengan penguasaan materi pelajaran, sedangkan kemampuan kognitif meliputi penalaran serta kemampuan memecahkan masalah.

Adapun aspek personal akan dinilai melalui sesi wawancara untuk melihat motivasi, integritas, dan kesiapan peserta sebagai calon dokter masa depan.

sumber : Antara

Read Entire Article
Politics | | | |