James Cameron dan Disney Digugat Terkait Dugaan Penggunaan Fitur Wajah Ilegal dalam Film Avatar

2 hours ago 4

Karakter Neytiri dalam film Avatar. Aktris keturunan suku Quechua-Huachipaeri dari Peru, Q'orianka Kilcher, menuduh sutradara James Cameron menggunakan fitur wajahnya tanpa izin untuk membentuk karakter Neytiri dalam waralaba Avatar.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Aktris keturunan suku Quechua-Huachipaeri dari Peru, Q'orianka Kilcher, melayangkan gugatan hukum terhadap sutradara James Cameron dan The Walt Disney Company. la menuduh sang sutradara menggunakan fitur wajahnya tanpa izin untuk membentuk karakter Neytiri dalam waralaba Avatar.

Dalam dokumen gugatan, Cameron dituduh mengambil referensi wajah Kilcher setelah melihat fotonya di iklan LA Times untuk film The New World garapan Terrence Malick pada 2005. Kala itu, Kilcher memerankan Pocahontas dalam film tersebut bersama Colin Farrell dan Christian Bale.

Gugatan menyatakan Cameron mengambil fitur wajah Kilcher dan mengarahkan tim desain untuk menjadikan penampilannya sebagai dasar karakter Neytiri. Tokoh Neytiri kemudian diperankan Zoe Saldana dalam serial film Avatar.

Pihak Kilcher menilai tindakan tersebut sebagai eksploitasi identitas biometrik dan budaya seorang remaja pribumi demi membangun waralaba film bernilai miliaran dolar tanpa persetujuan, kredit, maupun kompensasi. Waralaba Avatar yang membangun citra mendukung perjuangan masyarakat adat, dinilai justru diam-diam mengeksploitasi remaja pribumi di balik layar.

Kilcher mengaku baru mengetahui penggunaan wajahnya untuk tokoh Neytiri setelah sebuah video wawancara Cameron kembali viral tahun lalu. Dalam cuplikan itu, Cameron terlihat memegang sketsa Neytiri sambil berkata bahwa sumber awal desain karakter tersebut berasal dari foto Kilcher di LA Times.

"Sumber sebenarnya untuk ini adalah foto di LA Times, seorang aktris muda bernama Q'orianka Kilcher. Ini sebenarnya dia, bagian bawah wajahnya. Dia memiliki wajah yang sangat menarik," kata Cameron dalam video tersebut, dilansir laman The Guardian, Kamis (7/5/2026).

Dokumen gugatan turut menyinggung pertemuan Kilcher dengan Cameron pada 2010 setelah Avatar pertama dirilis. Dalam kesempatan itu, Cameron disebut memberikan sketsa Neytiri yang telah ditandatangani beserta catatan pribadi.

Read Entire Article
Politics | | | |