Simfoni Indonesia ASRI: Dari Pesisir Danau Toba hingga Nadi Pasar Tradisional

3 hours ago 8

REPUBLIKA.CO.ID, BANTEN – Gema Gerakan Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah) yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto kini bertransformasi dari sekadar arahan birokrasi menjadi aksi nyata yang melintasi berbagai lanskap nusantara.

Sepanjang Ahad (8/2), simfoni kebersihan ini dimainkan secara serempak di dua titik strategis: kemegahan destinasi prioritas Danau Toba dan hiruk pikuk pusat ekonomi rakyat di Banten.

Di Sumatera Utara, Wakil Gubernur Surya menghentakkan langkah awal dengan memimpin kick-off aksi bersih massal di Pantai Bebas Parapat, Kabupaten Simalungun. Keunikan dari pencanangan di wilayah ini adalah penempatan kebersihan sebagai "mata uang" pariwisata internasional. Surya menegaskan bahwa Danau Toba, sebagai ikon global, tidak boleh hanya megah secara visual tetapi harus sehat secara ekosistem.

"Kebersihan kawasan wisata adalah tanggung jawab kolektif. Ini bukan agenda seremonial, melainkan langkah nyata mengubah perilaku masyarakat agar peduli pada keberlanjutan daerah wisata," ujar Surya. Gayung bersambut, Bupati Simalungun Anton Achmad Saragih menyatakan komitmennya untuk menjadikan Parapat sebagai standar emas gerakan Indonesia ASRI di tingkat nasional.

Bergerak ke arah barat, Gubernur Banten Andra Soni mengambil langkah unik dengan melakukan formalisasi gerakan. Ia segera menerbitkan Instruksi Gubernur (Ingub) tentang "Jumat Bersih" untuk menyeragamkan gerakan di delapan kabupaten/kota. Jika di tempat lain gerakan ini sering kali bersifat sporadis, di Banten, gerakan ini akan dipayungi oleh regulasi resmi guna memastikan dampak yang masif dan berkelanjutan.

“Kita tidak bisa menunggu hujan berhenti untuk membersihkan rumah sendiri. Ingub ini akan menjadi payung bagi seluruh Bupati dan Wali Kota di Banten untuk bergerak serentak,” tegas Andra Soni. Sekretaris Daerah Banten, Deden Apriandhi, menambahkan bahwa tantangan terbesar adalah mengelola sampah dari hulu ke hilir dengan melibatkan sektor usaha hingga kesadaran terkecil di tingkat rumah tangga.

TNI-Polri Sebagai Garda Depan di Nadi Ekonomi

Di Kota Tangerang, keunikan gerakan Indonesia ASRI terlihat dari soliditas aparat. Sebanyak 504 personel gabungan TNI, Polri, dan Satpol PP tidak menyasar area protokoler, melainkan langsung "turun gunung" ke Pasar Babakan.

Dandim 0506/Tangerang Kolonel Inf Ary Sutrisno dan Kapolres Metro Tangerang Kota Kombes Pol Raden Muhammad Jauhari memimpin pembersihan di area pasar yang merupakan pusat aktivitas masyarakat. "TNI dan Polri siap menjadi garda terdepan. Kami ingin menunjukkan bahwa di mana ada tumpukan masalah sampah, di situ ada kehadiran negara," tegas Kapolres.

Sebuah Gerakan Semesta

Keunikan dari rangkaian aksi Indonesia ASRI kali ini adalah kolaborasi yang tidak lagi mengenal batas instansi. Di Danau Toba kita melihat pariwisata, di Banten kita melihat kekuatan regulasi, dan di Tangerang kita melihat pengabdian aparat.

Semua bermuara pada satu pesan Presiden Prabowo: Indonesia ASRI bukanlah milik pemerintah semata, melainkan milik rakyat. Gerakan ini adalah upaya kolosal untuk memulihkan martabat lingkungan hidup Indonesia agar tetap "Aman, Sehat, Resik, dan Indah" bagi generasi mendatang.

sumber : Antara

Read Entire Article
Politics | | | |