Ilustrasi uang tunai.
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menjelang perayaan Idulfitri 1447 Hijriah, sektor perbankan dan pemerintah daerah di berbagai penjuru Indonesia tengah bersinergi memperkuat infrastruktur keuangan guna melayani lonjakan kebutuhan masyarakat.
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI mengambil langkah besar dengan menyiapkan likuiditas uang tunai sebesar Rp23,97 triliun. Corporate Secretary BNI, Okki Rushartomo, menjelaskan pada Jumat bahwa dana tersebut dialokasikan secara strategis, yakni Rp16,64 triliun untuk pengisian mesin ATM dan CRM, sementara Rp7,33 triliun sisanya disiapkan untuk kebutuhan transaksi di kantor cabang di seluruh Indonesia.
Lonjakan penarikan uang tunai ini diprediksi mencapai Rp1,71 triliun per hari, seiring dengan cairnya Tunjangan Hari Raya (THR) dan tingginya aktivitas belanja masyarakat. Untuk mengantisipasi puncak arus mudik, BNI juga tetap mengoperasikan kantor cabang secara terbatas pada 20 dan 23 Maret 2026.
Selain layanan fisik, BNI mengoptimalkan lebih dari 217 ribu Agen46 serta aplikasi digital wondr by BNI yang telah menjangkau 12,7 juta pengguna untuk memastikan transaksi tetap berjalan lancar tanpa harus mengandalkan kunjungan ke kantor cabang.
Semangat digitalisasi ini tidak hanya terjadi di level perbankan nasional, tetapi juga merambah hingga ke pelosok desa di Kalimantan Selatan. Pemerintah Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) bersama Bank Kalsel berkomitmen memperluas akses keuangan digital bagi masyarakat di kawasan rawa dan perairan.
Bupati HSU, H Saharudjani, menegaskan bahwa inklusi keuangan adalah fondasi pertumbuhan ekonomi yang berkeadilan, agar kreativitas lokal seperti kerajinan tangan warga tetap terhubung dengan pasar yang lebih luas melalui ekosistem ekonomi modern.
Bank Kalsel menghadirkan dua inovasi utama, yakni aplikasi Aksel dan layanan Agen Digital Inklusi Keuangan (ADINK). Inovasi ini menjadi solusi nyata bagi petani dan pedagang di daerah terpencil untuk melakukan setor tunai maupun pembayaran tagihan rutin seperti PBB dan PDAM tanpa harus menempuh jarak jauh.
Kehadiran layanan Laku Pandai ini diharapkan mampu meminimalisir ketimpangan akses perbankan antara wilayah perkotaan dan pedesaan, sehingga ketahanan ekonomi daerah semakin tangguh menghadapi dinamika pasar.
sumber : Antara

8 hours ago
7














































