Jangan Tunggu Sakit! Pakar Sarankan Aktif Bentengi Diri dari Pemicu Kanker

8 hours ago 6

Madu (ilustrasi). Jumlah kasus kanker di dunia bisa melonjak hingga lebih dari 35 juta kasus baru per tahun pada 2050.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kanker mungkin menjadi satu kata yang paling menakutkan. Di Indonesia, penyakit ini menjadi penyebab kematian ketiga terbesar yang merayap di balik pintu-pintu rumah sakit dan ruang keluarga.

Berdasarkan data Global Burden of Cancer Study (Globocan) dari World Health Organization (WHO), ada lebih dari 408.661 kasus kanker baru dan hampir 242.099 kematian di Indonesia pada 2022. Ancaman ini tidak hanya berhenti pada angka hari ini. WHO melalui International Agency for Research on Cancer (IARC) memperkirakan bahwa jika tren gaya hidup dan polutan saat ini tidak berubah, jumlah kasus kanker di dunia bisa melonjak hingga lebih dari 35 juta kasus baru per tahun pada 2050.

Proyeksi ini dinilai menggarisbawahi sebuah pesan tunggal yang mendesak yaitu masyatakat butuh strategi preventif kuat. Publik dinilai butuh kembali pada gaya hidup sehat dan melirik kembali potensi kekayaan bahan alami sebagai perisai kesehatan jangka panjang.

Secara biologis, sel kanker adalah penyusup yang sangat "egois". Mereka berkembang biak secara tidak terkendali dan bersifat sangat agresif. Yang membuat kondisi fisik pasien merosot tajam adalah cara sel-sel ini "mencuri" energi yang seharusnya digunakan tubuh untuk menjalankan fungsi-fungsi vital. Inilah alasan mengapa kanker menjadi momok yang memerlukan perhatian serius dari berbagai sudut pandang, baik medis maupun psikologis.

Ahli gizi Emilia Achmadi mengatakan pendekatan holistik adalah satu-satunya jalan untuk meminimalisasi risiko. Kanker bisa muncul pada siapa saja dengan rangsangan yang berbeda. Sel kanker berkembang biak tanpa bisa di kontrol, dan ini yang menyebabkan penyebaran.

"Kanker merupakan kondisi yang ditakutkan karena sel kanker sangat agresif dalam menggunakan energi yang seharusnya untuk fungsi Kesehatan diambil oleh sel kanker untuk menjadi modal mereka berkembang biak. Oleh karena itu, kanker merupakan salah satu kondisi yang paling ditakutkan, dan salah satu yang paling mematikan,” ujar Emilia dalam keterangan tertulis yang diterima Republika pada Jumat (27/2/2026).

Read Entire Article
Politics | | | |