BRIN Ajak Industri Kolaborasi Manfaatkan Riset Dalam Negeri

8 hours ago 6

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA --Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Arif Satria mengajak mitra industri untuk memanfaatkan hasil riset dalam negeri guna meningkatkan perkembangan inovasi dan percepatan hilirisasi di Indonesia.

Dalam kegiatan BRIN Goes to Industry di Jakarta, Kamis (26/2/2026), Arif menyoroti peran penting swasta dalam memajukan perkembangan inovasi dalam negeri.

"Swasta sebagai pelaku di pasar tentu paham betul kebutuhan-kebutuhan yang ada, paham betul bagaimana tingkat efisiensi, tingkat kelaikan ekonomi, kelaikan finansial, yang memang sangat satu dikuasai swasta dan kedua diperlukan dalam kerja sama ini," katanya.

Arif mengungkapkan, terdapat fenomena di mana calon investor tidak jadi menginvestasikan dananya di perusahaan dalam negeri, sebab calon investor tersebut belum mendapatkan validasi teknologi akan produk yang akan dipasarkan.

"Jadi, proses validasi itulah yang saya sebut sebagai inkubasi teknologi, karena ada teknologi yang mungkin harus disempurnakan, teknologi harus ditambah, teknologi harus semakin di-improve. Nah, di situlah peran BRIN menjadi sangat penting untuk bisa bersama-sama termasuk untuk memahami kebutuhan dari industri seperti apa," ujarnya.

Oleh karena itu, Arif mengajak kepada seluruh mitra industri untuk berkolaborasi dengan BRIN. Salah satunya, melalui Rumah Inovasi Indonesia yang terbuka bagi siapapun yang ingin melakukan kolaborasi.

Ia menekankan langkah ini harus dilakukan dalam rangka mengakselerasi hilirisasi teknologi dan industri, yang nantinya diharapkan bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat Indonesia.

"Jadi kita ini berharap bisa mempercepat proses pemanfaatan teknologi, hasil invensi yang ada di BRIN untuk dimanfaatkan oleh masyarakat, oleh industri, untuk kepentingan masyarakat, untuk kepentingan bisnis, maupun untuk kepentingan pemerintah," tutur Arif Satria.

Diketahui, acara BRIN Goes to Industry juga mencakup kegiatan dialog bersama Kepala BRIN, dan diikuti oleh perwakilan dari 50 mitra industri.

Dalam dialog tersebut, mitra industri diberi kesempatan untuk memberikan masukan terkait pengalaman dalam melakukan kerja sama lisensi dengan BRIN, manfaat yang diperoleh, serta tantangan yang dihadapi dalam proses pemanfaatan/komersialisasi produk lisensi.

Read Entire Article
Politics | | | |